Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro © 2014
Ibu Bupati Bojonegoro Ajak Masyarakat Gotong Royong Antisipasi Covid-19

Ibu Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu’awanah melakukan siaran langsung mengedukasi masyarakat Bojonegoro di program siar Radio Malowopati FM Bojonegoro yaitu “Warga Bertanya, Bupati Menjawab”, Jum’at malam (20/03/2020) mulai pukul 19.30 s/d 20.00 WIB.

Beliau memberikan arahan, berkaitan dengan pandemik virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengajak seluruh warga Bojonegoro untuk bergotong royong. “Artinya saling mengingatkan kepada keluarga sendiri, tetangga, lingkungan untuk selalu menjaga kebersihan dan sebagainya. Pemkab Bojonegoro telah melakukan langkah-langkah preventif melalui berbagai sosialisasi tentang virus Covid-19 sejak tanggal 15 Maret 2020 sampai saat ini. Kami telah

Selain Ibu Anna Mu’awanah sebagai narasumber utama, dalam siaran on air tersebut hadir pula dr. Ani Pujiningrum M.Mkes (Pj. Kepala Dinas Kesehatan) dan Kusnandaka Tjatur P (Kepala Dinas Kominfo).  Siaran spesial ini disiarkan pula oleh jaringan FRB (Forum Radio Bojonegoro), live streaming channel youtube Pemkab Bojonegoro dan streaming radio di ‘www.radiomalowopati.online’. Mitra setia Malowopati Bojonegoro juga dapat berpartisipasi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Dari sisi penguatan regulasi, Pemkab Bojonegoro telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perpub) Nomor 2 Tahun 2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid 19). Semua kebijakan yang dikeluarkan Pemkab tersebut telah melalui pertimbangan, kajian matang, dan musyawarah dengan semua pihak. Pemkab, lanjut Beliau, juga telah berkoordinasi dengan seluruh organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, sekolah, pondok pesantren, untuk bersama-sama melakukan mitigasi dini dan tetap waspada ancaman Covid-19.

Salah satunya mengimbau agar santri dan santriwatinya tidak melakukan aktivitas di luar pondok dengan berlebihan dan tetap belajar di rumah bagi yang di luar pondok. "Kami juga membuat imbauan bersama MUI dan organisasi keagamaan agar kegiatan perayaan keagamaan untuk sementara waktu ditiadakan sampai situasi dan kondisi memungkinkan. Juga untuk hajatan masyarakat agar ditunda dulu. Tapi bagi yang sudah terlanjur untuk membatasi tamu dari luar daerah maksimal 10 orang," tutur Beliau.

Selain itu juga menghimbau menunda kegiatan yang sifatnya bepergian keluar kota seperti ziarah atau rekreasi karena ada beberapa daerah yang statusnya positif Corona. Dialog pun berlangsung interaktif. Banyak warga yang mengirimkan pesan kepada Bupati Anna untuk menanyakan lebih lanjut bagaimana kondisi sekarang ini. Seperti Nadia, warga dari Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro, yang mempertanyakan langkah kongkrit setelah dilaksanakan sosialisasi di seluruh desa.

Pertanyaan juga disampaikan oleh Sumi dari Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, yang takut akan penyebaran Virus Covid-19 dan langkah untuk mengantisipasinya. Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Wanita pertama di Bojonegoro ini mengaku, selain gencar melakukan sosialisasi, juga memasang hand sanitizer, menyiapkan masker bagi yang sakit, dan melaksanakan penyemprotan disinfektan baik di sekolah, perkantoran, bank, dan fasilitas umum lainnya. "Kami terus berkoordinasi dengan Camat, Danramil, Kapolsek, hingga lapisan kebawah untuk melaksanakan sosialisasi Virus tersebut," tandasnya.

Agus, petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dari Kecamatan Kalitidu dalam kesempatan itu juga menanyakan kebijakan Pemkab Bojonegoro dalam memberi pelayanan kepada masyarakat di tengah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). “Bagaimana kami yang bersentuhan langsung dengan berbagai orang baik dari Bojonegoro maupun luar Bojonegoro yang mengisi BBM?,” ujarnya. Menjawab pertanyaan tersebut, Ibu Bupati menyampaikan bahwa Pemkab telah memberi himbauan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan aksi pencegahan terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Termasuk perusahaan maupun pengusaha yang menjual kebutuhan dasar masyarakat, seperti SPBU maupun perbankan. “Pihak perbankan sudah kami imbau untuk membatasi jumlah antrean nasabah,” tandasnya. Pihaknya berharap kepada pemilik SPBU untuk memberi proteksi terhadap petugas yang secara langsung melayani pembeli dengan memberi fasilitas cuci tangan atau handsanitizer. Menurutnya, seberapapun usaha Pemkab Bojonegoro dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona, lebih efektif jika ada kesadaran masing-masing pribadi. “Mohon kerjasama dan kegotong-royongan, mohon maaf jika ada penutupan beberapa ruang publik,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pujiningrum menambahkan, hingga saat ini belum ada kasus suspect Covid-19 di Bojonegoro. Namun ada 10 orang dalam pengawasan (ODP). "ODP ini karena 10 orang pernah ke daerah yang positif Covid-19. Jadi kita lakukan pengawasan selama 14 hari," ujarnya. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta melaksanakan dan mematuhui instruksi dan imbauan yang dikeluarkan Pemkab Bojonegoro. "Ini harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Karena percuma saja pemkab mengeluarkan himbauan kalau masyarakatnya tidak mendukung," tandasnya. (Nuty/Dinkominfo)

 


By Admin | 21-03-2020 | 17