LPPL Radio Malowopati FM Bojonegoro terus menerus ikut meningkatkan kesadaran masyarakat Bojonegoro dalam masa pandemi covid-19. Bersama FRB (Forum Radio Bojonegoro), Radio Malowopati FM mengadakan Talk Show BINGKAI (Bincang Inspiratif dari Radio) bertema “Adaptasi Kebiasaan Baru” dengan narasumber Kapolres Bojonegoro (AKBP M. Budi Hendrawan, S.IK, MH) serta Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Bojonegoro (Masirin, SSTP, MM). Talkshow bersama host Arvie Hendrawijaya ini didukung penuh oleh EMCL dan SKK Migas, bersama Forum Radio Bojonegoro.

Kapolres Budi Hendrawan mengungkapkan bahwa masa pandemi covid-19 sudah memasuki bulan ke 6, namun kita tidak boleh lengah meskipun sudah melalui masa puncaknya. Pemerintah pusat juga telah menyampaikan pola hidup baru yang disebut dengan New Normal. Namun istilah ini oleh pemerintah diubah menjadi “Adaptasi Kebiasaan Baru”.

“Setiap hari menghimbau bersama-sama tim Forkopimda dari Polres, Kodim, Satpol PP, Dinkes keliling ke desa-desa, kedepankan kampung tangguh, menjelaskan masyarakat terkait 3M yaitu memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Kita upayakan dengan himbauan-himbauan masyarakat bisa melaksanakan 3M. Melihat di jalan-jalan 80-90% sudah memakai masker, namun mungkin nantinya ada capeknya, dibuka sedikit kita ingatkan lagi. Kita tidak mau menutup aktifitas ekonomi, aktifitas silahkan berjalan, masyarakat dpersilahkan yang mau melakukan aktifitas ekonomi. Silahkan, tapi kita ingatkan lagi utamanya di warung dengan jaga jarak. 3M perlu kerja sama-sama utamanya yang punya warung, kantor, perusahaan, yang terkait adaptasi 3M di kedepankan,” tandasnya.

Sementara itu Masirin, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Bojonegoro menyampaikan, terkait perubahan literatur dari pemerintah pusat yaitu “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Menerapkan adaptasi kebiasaan baru ini bukan berarti membiasakan kebiasaan sebelum covid, tapi membiasakan kebiasaan protokol covid 3M, setiap hari menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak. Selain itu juga telah diibuat sistem traffic light untuk mencegah penularan covid-19.

“Saat ini untuk status Bojonegoro di tingkat Provinsi Jatim kategori risiko sedang. Perlu menjadi peringatan bahwa sejak maret sampai dengan hari ini ada 6 cluster penularan covid-19 yaitu KBIH, pasar, pedagang rengkek, perjalanan luar kota penduduk yang bekerja diluar kota, ASN, Ibu Hamil dan pekerja Migas. Pemkab juga telah berupaya maksimal dalam penanganan covid-19 di Bojonegoro.  Terkait rapid tes di lingkup Pemkab beberapa hari lalu ada 8 reaktif dari 248 sudah diisolasi di Tirta Wana Dander, kita adakan tes swab juga. Mulai hari ini tim Dinkes Bojonegoro melakukan rapid tes di  19 OPD  secara bertahap di masing-masing instansi. Masyarakat tetap melaksanakan aktifitas ekonomi dan tetap menggalakkan program menggunakan masker ke desa. Masyarakat harus peduli, saling mengingatkan, 47 desa/kelurahan kampung tangguh,” ungkapnya.

Lebih lanjut Masirin menyampaikan bahwa Pemkab telah menyediakan rapid tes gratis di Laboratorium Kesehatan Daerah Jl. Ahmad Yani sampai saat ini. Melalui Dinkes sudah memberikan rapid tes gratis pada masyarakat, per akhir Juli sebanyak 2.303 orang sudah terlayani. Dari 2.303 ini untuk  lulusan SMA 1.600, kembali pondok pesantren 267 orang, para pekerja 292 orang, mahasiswa  137 orang.

“Sampai kapan pandemi berakhir tidak bisa ditebak. Upaya-upaya yang sudah dilakukan melalui kampung tangguh, video, banner-banner, medsos untuk menggalakan protokol kesehatan 3M. Dimohon partisipasi masyarakat bersabar menahan diri terkait masalah-masalah keramaian. Mendukung penuh penegakkan protokol covid-19,” tandasnya. (Nuty/Dinkominfo)


By Admin
Dibuat tanggal 07-08-2020
52 Dilihat