Dinkominfo dan Dinas Kesehatan Bojonegoro Ajak Masyarakat Peduli Psoriasis dan Kesehatan Mental

Dinkominfo dan Dinas Kesehatan Bojonegoro Ajak Masyarakat Peduli Psoriasis dan Kesehatan Mental

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

31 Agustus 2026 2 min baca 6 kali
Dinkominfo dan Dinas Kesehatan Bojonegoro Ajak Masyarakat Peduli Psoriasis dan Kesehatan Mental
Dinkominfo dan Dinas Kesehatan Bojonegoro Ajak Masyarakat Peduli Psoriasis dan Kesehatan Mental

"Dinkominfo dan Dinas Kesehatan Bojonegoro Ajak Masyarakat Peduli Psoriasis dan Kesehatan Mental"

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro terus meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui program talkshow radio SAPA! Bojonegoro, Jumat (28/8/2026). Kali ini, program tersebut mengangkat tema “Psoriasis and Mental Health, Menyembuhkan Psoriasis Memulihkan Jiwa” dengan menghadirkan dr. Yustian Devika R., Sp.DVE, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika, sebagai narasumber.

Dalam dialog tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa psoriasis tidak hanya berkaitan dengan gangguan pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis serta kualitas hidup penderitanya. Karena itu, penanganan psoriasis perlu dilakukan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan kesehatan mental pasien.

dr. Yustian menjelaskan, penderita psoriasis tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk berolahraga sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Penderita juga tetap diperbolehkan berkeringat. Namun, setelah berolahraga dianjurkan segera mengeringkan tubuh, mengganti pakaian yang basah, serta mandi agar kulit tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap yang dapat memicu rasa gatal atau tidak nyaman.

Selain menjaga kebersihan dan kesehatan kulit, melakukan aktivitas yang disukai juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri penderita. Kondisi psikologis yang lebih baik dapat membantu mengelola stres sehingga pasien mampu menjalani pengobatan maupun aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Perkembangan psoriasis juga perlu dipantau secara rutin. Tanda perbaikan antara lain dapat terlihat dari plak yang semakin tipis, sisik yang berkurang, kemerahan yang mereda, hingga luas lesi yang semakin mengecil. Pemeriksaan berkala diperlukan agar perkembangan kondisi pasien dapat dievaluasi dan penanganan disesuaikan dengan kebutuhan.

Meski dapat mengalami periode membaik atau remisi, psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronis yang dapat kembali kambuh. Oleh sebab itu, penderita perlu tetap menjalani kontrol sesuai anjuran dokter, menerapkan pola hidup sehat, mengelola stres, serta tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pada akhir dialog, dr. Yustian mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan psoriasis tidak hanya dinilai dari perbaikan kondisi kulit. Kesehatan mental dan kualitas hidup penderita juga menjadi bagian penting agar pasien tetap dapat bekerja, bersosialisasi, berkomunikasi, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

Melalui program Sapa Bojonegoro, Dinkominfo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro terus mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat dengan menghadirkan narasumber yang kompeten. Masyarakat juga diharapkan semakin memahami psoriasis, tidak memberikan stigma kepada penderitanya, serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan kulit yang menetap atau berulang. [dh/nn/ans]