Tingkatkan Kepedulian Kesehatan Jiwa, Ini Tips dari Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

Tingkatkan Kepedulian Kesehatan Jiwa, Ini Tips dari Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

16 Oktober 2026 2 min baca 2 kali
Tingkatkan Kepedulian Kesehatan Jiwa, Ini Tips dari Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro
Tingkatkan Kepedulian Kesehatan Jiwa, Ini Tips dari Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

BOJONEGORO – Program SAPA Bojonegoro di Radio Malowopati FM 95,8 Mhz yang menjadi bagian dari edukasi masyarakat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro terus digelar. Kali ini mengangkat tema “Tingkatkan Kepedulian terhadap Kesehatan Jiwa” dengan menghadirkan dr. Utami Sanjaya, Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Rabu (14/10/2026).

Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Edukasi ini menjadi salah satu upaya penyebarluasan informasi publik agar masyarakat lebih mampu mengenali kondisi kesehatan jiwa, memahami tanda-tanda awal, serta mengetahui pentingnya memperoleh bantuan profesional ketika diperlukan.

Dr. Utami menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara masalah kesehatan jiwa dan gangguan jiwa. Masalah kesehatan jiwa dapat muncul ketika seseorang menghadapi tekanan dalam kehidupan dan belum tentu berkembang menjadi gangguan jiwa. Sementara itu, gangguan jiwa membutuhkan penanganan medis sesuai kondisi individu. Perubahan suasana hati, gangguan tidur, kecemasan, dan perubahan perilaku dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Dalam dialog SAPA Bojonegoro, narasumber juga mengangkat persoalan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sebagian masyarakat masih menghubungkan gangguan jiwa dengan hal mistis. Pemahaman tersebut perlu diluruskan melalui informasi kesehatan yang tepat. Gangguan jiwa dapat dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial sehingga ODGJ membutuhkan dukungan dan penanganan, bukan stigma maupun diskriminasi.

Peran keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Keluarga dapat membantu dengan mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan dukungan, serta mendampingi anggota keluarga untuk memperoleh layanan kesehatan. Dr. Utami juga menyoroti praktik pasung yang masih dapat terjadi karena keluarga merasa khawatir terhadap kondisi pasien. Edukasi dan pendampingan diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara manusiawi dan sesuai kebutuhan pasien.

Selain penanganan medis, aspek spiritual dan religius dapat menjadi bagian pendukung dalam proses pemulihan sesuai kebutuhan dan persetujuan pasien. Pendekatan tersebut dapat membantu memberikan ketenangan psikologis dan spiritual. Penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan bersama layanan profesional.

Dinkominfo Bojonegoro melalui SAPA Bojonegoro mengajak masyarakat menjaga kesehatan jiwa melalui langkah sederhana. Masyarakat dapat terbuka terhadap perasaan, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, melakukan aktivitas fisik, menjalankan hobi positif, menjaga pola istirahat, serta menghindari zat adiktif. Apabila masalah kesehatan jiwa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat dianjurkan segera mencari bantuan tenaga profesional.

Melalui penyampaian informasi secara rutin melalui media publik, Dinkominfo Bojonegoro berupaya memperkuat literasi masyarakat mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan jiwa. Program SAPA Bojonegoro diharapkan menjadi ruang informasi dan edukasi yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli, memahami pengalaman orang lain, mengurangi stigma, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan jiwa. [dh/nn]