Momen HAN, Dinkominfo Bojonegoro Perkuat Literasi Digital untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia

Momen HAN, Dinkominfo Bojonegoro Perkuat Literasi Digital untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

24 Juli 2026 2 min baca 6 kali
Momen HAN, Dinkominfo Bojonegoro Perkuat Literasi Digital untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia
Momen HAN, Dinkominfo Bojonegoro Perkuat Literasi Digital untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia

"Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan literasi digital bagi anak sebagai upaya membangun generasi yang cerdas,..."

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan literasi digital bagi anak sebagai upaya membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membuka berbagai peluang bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, anak dapat memperoleh akses informasi yang luas, meningkatkan keterampilan, serta menghasilkan berbagai karya positif dan inovatif.

Di sisi lain, perkembangan ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Penyebaran informasi yang tidak benar, perundungan siber (cyberbullying), paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak, hingga risiko penyalahgunaan data pribadi menjadi sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar anak, untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.

Literasi digital bagi anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis dalam memilah konten, menjaga etika komunikasi, melindungi privasi, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memahami bahwa teknologi bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran, pengembangan kreativitas, dan ruang untuk menciptakan inovasi. Pemanfaatan teknologi secara positif dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin digital.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang adaptif, mandiri, dan beretika di ruang digital. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung tumbuh kembang anak.

Peringatan HAN menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, termasuk ketika beraktivitas di dunia digital. Dengan membangun budaya digital yang sehat, anak-anak Bojonegoro diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga bijak, kreatif, dan bertanggung jawab. [dh/nn/ans]