Talkshow Radio Bareng BPJS Kesehatan: Edukasi Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir

Talkshow Radio Bareng BPJS Kesehatan: Edukasi Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

19 Agustus 2026 2 min baca 22 kali
Talkshow Radio Bareng BPJS Kesehatan: Edukasi Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir
Talkshow Radio Bareng BPJS Kesehatan: Edukasi Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir

"Talkshow Radio Bareng BPJS Kesehatan: Edukasi Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir"

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terus menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Sapa di Radio Malopati yang membahas pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sebagai upaya deteksi dini kekurangan hormon tiroid pada bayi baru lahir bersama BPJS Kesehatan Bojonegoro, Selasa (18/8/2026).

Program tersebut menghadirkan Nabila Nur Arifada dan Atika Dikan Isnawati dari BPJS Kesehatan Bojonegoro. Dalam dialog dijelaskan bahwa hipotiroid kongenital merupakan kondisi ketika bayi mengalami kekurangan hormon tiroid sejak lahir. Hormon ini berperan penting dalam perkembangan otak, kemampuan kognitif, kecerdasan, serta tumbuh kembang bayi.

Pemeriksaan SHK dilakukan dengan mengambil sekitar dua hingga tiga tetes darah dari tumit bayi. Dalam kondisi normal, pengambilan sampel dilakukan saat bayi berusia sekitar dua hingga tiga hari. Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk mengetahui kondisi hormon tiroid bayi.

Apabila bayi telah pulang dari fasilitas kesehatan sebelum waktu pemeriksaan, orang tua perlu membawa kembali bayinya untuk menjalani SHK. Jika bayi sedang sakit, pemeriksaan dapat ditunda hingga kondisinya stabil. Sementara itu, pemeriksaan pada bayi prematur atau bayi dengan kondisi khusus disesuaikan dengan pertimbangan tenaga medis atau dokter spesialis anak.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi hipotiroid kongenital, laboratorium akan menyampaikan hasil kepada fasilitas kesehatan pengirim. Selanjutnya, fasilitas kesehatan akan menghubungi orang tua untuk menentukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pelayanan diberikan sesuai prosedur dan berdasarkan indikasi medis.

BPJS Kesehatan Bojonegoro juga mengingatkan orang tua agar segera mendaftarkan bayi baru lahir sebagai peserta JKN. Bayi yang lahir di fasilitas kesehatan dapat didaftarkan menggunakan surat keterangan lahir. Setelah akta kelahiran dan Kartu Keluarga selesai diterbitkan, orang tua perlu memperbarui data kepesertaan bayi.

Selain SHK, peserta JKN dapat memanfaatkan fitur skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Fitur tersebut membantu peserta mengetahui potensi risiko kesehatan secara mandiri. Jika ditemukan faktor risiko, peserta dapat mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperoleh pemeriksaan lanjutan.

Melalui edukasi tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini kesehatan sejak bayi. BPJS Kesehatan Bojonegoro juga menegaskan bahwa Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan saat peserta sakit, tetapi turut mendukung upaya promotif dan preventif melalui berbagai layanan skrining kesehatan. [dh/nn/ans]