Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan

Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

09 September 2026 2 min baca 38 kali
Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan (1)
Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan (1)
Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan (2)
Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan (2)

"Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan"

Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro terus berkontribusi dalam penguatan budaya literasi dan kreativitas generasi muda. Hal tersebut diwujudkan melalui kehadiran Emi Sudarwati dari Dinkominfo sebagai narasumber dalam Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini dalam rangka Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD/MI, SLTP/MTsN, hingga SMA/SMK/MA. Pelatihan menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus mengenal lebih dekat karya sastra daerah berupa crikak dan geguritan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menyampaikan pentingnya anak-anak menggunakan bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh atau tingkatan bahasa, khususnya ketika berkomunikasi dengan orang tua. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu terus dikenalkan agar penggunaan bahasa Jawa tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap komunitas dan peserta dapat terus berkolaborasi dalam kegiatan serupa untuk menambah wawasan, meningkatkan kemampuan menulis, serta turut menjaga keberlangsungan bahasa Jawa bagi generasi mendatang.

Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan
Dinkominfo Bojonegoro Dorong Kreativitas Pelajar melalui Pelatihan Menulis Crikak dan Geguritan

Sebagai narasumber, Emi Sudarwati, memberikan pendampingan mengenai teknik dasar menulis sastra, menggali ide kreatif, menyusun cerita, hingga menyampaikan pesan melalui karya tulis yang menarik dan bermakna.

Emi mendorong para pelajar untuk berani menuangkan gagasan dan pengalaman ke dalam karya sastra. Menurutnya, lingkungan sekitar, budaya lokal, serta kehidupan masyarakat Bojonegoro dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai edukasi dan budaya.

“Menulis tidak hanya tentang menghasilkan sebuah karya, tetapi juga melatih cara berpikir kreatif dan menyampaikan gagasan. Melalui crikak dan geguritan, para pelajar dapat mengenal budaya daerah sekaligus ikut menjaga keberlanjutan bahasa dan sastra Jawa,” ujar Emi.

Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Melalui praktik menulis, siswa berkesempatan mengembangkan imajinasi dan kreativitas untuk menghasilkan crikak maupun geguritan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana meningkatkan kepercayaan diri pelajar dalam mengekspresikan pemikiran melalui bahasa dan tulisan.

Keterlibatan Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, dalam bidang literasi komunikasi dan kreativitas. Penguatan literasi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masyarakat yang adaptif, inovatif, serta mampu memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan ide positif.

Melalui kolaborasi antarperangkat daerah dalam Program TPBIS, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan literasi yang baik, tetapi juga mampu menjaga dan mengembangkan kekayaan sastra serta budaya lokal Bojonegoro. [dh/nn/ans]