Hadirkan Duta Muda BPJS Kesehatan, Dinkominfo Bojonegoro Ajak Warga Lebih Memahami Manfaat JKN

Hadirkan Duta Muda BPJS Kesehatan, Dinkominfo Bojonegoro Ajak Warga Lebih Memahami Manfaat JKN

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

04 November 2026 3 min baca 0 kali
Hadirkan Duta Muda BPJS Kesehatan, Dinkominfo Bojonegoro Ajak Warga Lebih Memahami Manfaat JKN
Hadirkan Duta Muda BPJS Kesehatan, Dinkominfo Bojonegoro Ajak Warga Lebih Memahami Manfaat JKN

Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Malowopati FM 95,8 MHz terus menghadirkan informasi dan edukasi publik melalui program dialog interaktif Sapa Bojonegoro, Selasa (3/11/2026). Kali ini, dialog mengangkat tema "Muda Bergerak, JKN Berdampak: Bersama Duta Muda Wujudkan Generasi Bojonegoro Sehat."

Kegiatan tersebut menghadirkan Ferdinan Panjaitan selaku Relationship Officer BPJS Kesehatan dan D’Mynov Belvadelia Oktovili Violeti selaku Duta Muda BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bojonegoro.

Ferdinan menjelaskan bahwa kehadiran Duta Muda BPJS Kesehatan merupakan salah satu upaya memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya kepada generasi muda. Menurutnya, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kedekatan generasi Z dengan teknologi digital menjadi potensi untuk menyampaikan informasi kesehatan melalui pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima oleh teman sebaya.

Sementara itu, D’Mynov menyampaikan bahwa masih banyak anak muda yang belum memahami pentingnya perlindungan kesehatan dan manfaat Program JKN. Ia mencontohkan pengalaman di lingkungan sekolah, ketika beberapa temannya telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan aktif, tetapi belum memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Padahal, aplikasi tersebut menyediakan kemudahan layanan, salah satunya pengambilan antrean secara daring. Sebagai Duta Muda, ia turut membantu teman-temannya memahami penggunaan aplikasi tersebut.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, D’Mynov juga memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram melalui pembuatan video edukatif yang dikemas secara kreatif. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap informasi kesehatan sekaligus mendorong mereka lebih mengenal manfaat dan layanan Program JKN.

Selain perlindungan kesehatan, dialog juga membahas pentingnya penerapan pola hidup sehat sejak usia muda. Ferdinan mengingatkan bahwa risiko gangguan kesehatan dapat dialami siapa saja, termasuk remaja. Kebiasaan begadang, konsumsi minuman berpemanis, serta pola makan yang kurang teratur perlu menjadi perhatian. Generasi muda diimbau membiasakan konsumsi air putih, menjaga pola makan, berolahraga, dan menghindari perilaku berisiko.

Dalam sesi interaktif, masyarakat turut menyampaikan pertanyaan mengenai kepesertaan JKN, mulai dari mekanisme pengajuan Penerima Bantuan Iuran (PBI), pengaktifan kembali kepesertaan, perubahan data peserta, hingga pemanfaatan layanan administrasi melalui PANDAWA. Ferdinan menjelaskan bahwa pengajuan PBI yang dibiayai pemerintah daerah dapat dikoordinasikan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan Dinas Sosial sesuai kewenangannya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan data pribadi, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), untuk menghindari penyalahgunaan identitas.

Melalui program SAPA Bojonegoro, Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro menghadirkan ruang komunikasi publik yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dan penjelasan langsung dari narasumber. Pemanfaatan radio dan kanal digital menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu pelayanan publik, termasuk kesehatan dan jaminan sosial.

Sejalan dengan tema Muda Bergerak, JKN Berdampak, Dinkominfo Bojonegoro berharap generasi muda semakin peduli terhadap kesehatan, memahami manfaat Program JKN, serta mampu mengambil peran sebagai penggerak edukasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, media komunikasi publik tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga berperan dalam mendorong masyarakat yang lebih sadar informasi, sehat, dan produktif. [dh/nn/ans]