Kolaborasi Dinkominfo Bojonegoro, DWP, dan BPJS Kesehatan Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

Kolaborasi Dinkominfo Bojonegoro, DWP, dan BPJS Kesehatan Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

28 Oktober 2026 2 min baca 0 kali
Kolaborasi Dinkominfo Bojonegoro, DWP, dan BPJS Kesehatan Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks
Kolaborasi Dinkominfo Bojonegoro, DWP, dan BPJS Kesehatan Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro melalui program Sapa Bojonegoro di Radio Malowopati FM memfasilitasi edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, Selasa (27/10/2026). Dalam kegiatan ini, BPJS Kesehatan menggandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kanker serviks sekaligus memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto menyampaikan bahwa kesehatan perempuan merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas hidup keluarga dan masyarakat. Menurutnya, perempuan sering kali lebih mengutamakan kesehatan suami dan anak-anak sehingga kurang memperhatikan kesehatannya sendiri. Padahal, kepedulian terhadap kesehatan perlu dimulai sejak dini tanpa harus menunggu munculnya gejala.

Melalui program DWP Sehat, DWP Kabupaten Bojonegoro berupaya meningkatkan pemahaman perempuan mengenai kesehatan reproduksi, deteksi dini kanker serviks, serta pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Penjaminan dan Utilisasi BPJS Kesehatan, Era Ajar Siswadika, menjelaskan bahwa peserta JKN dapat mengakses pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengimbau perempuan agar tidak menunda pemeriksaan karena rasa takut, malu, ataupun kekhawatiran mengenai biaya.

Pemeriksaan dapat diawali melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan mengikuti prosedur skrining dan pemeriksaan yang tersedia. Apabila diperlukan, peserta dapat memperoleh pelayanan pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi medis dan ketentuan JKN. Jika ditemukan kelainan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

Selain pemeriksaan medis, edukasi yang mudah dipahami dan dukungan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kanker serviks. Keterlibatan kader kesehatan, kelompok perempuan, posyandu, puskesmas, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi. Dukungan suami dan keluarga juga diperlukan agar perempuan merasa nyaman dan termotivasi untuk memeriksakan kesehatannya.

Sebagai tindak lanjut, DWP Kabupaten Bojonegoro menyampaikan rencana pelaksanaan vaksinasi HPV mulai Selasa, 3 November 2026, sebagai bagian dari program DWP Sehat yang berkoordinasi dengan DWP Pusat. Masyarakat diharapkan dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan vaksinasi serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui kesesuaian vaksinasi dengan kondisi masing-masing.

Melalui program Sapa Bojonegoro, Radio Malowopati FM menjadi salah satu sarana penyampaian informasi publik yang mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sinergi antara Dinkominfo, DWP Kabupaten Bojonegoro, BPJS Kesehatan, dan fasilitas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia.

Deteksi dini, lindungi diri, selamatkan masa depan perempuan. Kepedulian terhadap kesehatan perlu diwujudkan melalui langkah nyata, mulai dari mencari informasi yang benar, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, hingga melakukan pemeriksaan sesuai anjuran medis. [dh/nn/ans]