Pengambilan Kebijakan Berbasis Data, Kominfo Bojonegoro Gelar Webinar Literasi Data Statistik
Dinas Komunikasi dan Informatika
Tim Publikasi Informasi Publik
"Pengambilan Kebijakan Berbasis Data, Kominfo Bojonegoro Gelar Webinar Literasi Data Statistik"
Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro menggelar Webinar Literasi Data Statistik, Selasa (8/9/2026). Tema yang diusung yaitu Visualisasi Data Statistik untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data. Lewat webinar ini, Dinkominfo ingin menegaskan bahwa data menjadi acuan penting dalam menentukan kebijakan yang tepat.
Webinar ini dapat disaksikan ulang melalui kanal Youtube Pemkab Bojonegoro. Menghadirkan narasumber kompeten di antaranya Kepala Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro Arif Afandy, IMP Profesional IT Solution Ahmad Najibullah, dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro Ristony Eka Putra.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro Arif Afandy mengatakan, memiliki data saja belum cukup. Data harus dipahami dan dapat memberikan informasi yang jelas. "Karena itu, visualisasi data menjadi penting untuk menyederhanakan data yang kompleks, melihat pola dan tren, serta membantu menentukan langkah tepat," ujarnya.

Hal ini menjadi relevan ketika melihat kondisi kebencanan yang sedang dihadapi. Seperti dampak musim kemarau dan kekeringan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Di sisi lain, BPBD terus melakukan pemetaaan dan penanganan melalui distribusi air bersih, hingga pembangunan SPAM.
Dalam kondisi cuaca kemarau, data menjadi penting. Data mengenai wilayah yang mengalami kekeringan, jumlah masyarakat terdampak, kebutuhan air bersih, ketersediaan sumber air hingga distribusi bantuan harus tersedia secara akurat dan dapat dipahami dengan cepat.
"Jika data tersebut divisualisasi dalam bentuk peta wilayah terdampak, grafik perkembangan, dashboard, maupun informasi spasial, maka pemerintah dapat lebih cepat melihat wilayah prioritasi dan intervensi tepat," katanya.
Goals-nya yaitu Satu Data Indonesia di daerah. Memastikan data yang tersedia tidak hanya berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan tapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi, insight dan kebijakan tepat.
IMP Profesional IT Solution Ahmad Najibullah menjelaskan fokus pertemuan kali ini terkait visualisasi data, dasar-dasarnya, metode dan teknik. Alur berpikir dari data ke keputusan mulai dari data (catatan mentah), statistik (ringkasan data), informasi (angka yang sudah diberi konteks), dan insight (makna yang relevan untuk masalah).
"Seperti kaitannya dengan kekeringan di wilayah mana yang paling banyak membutuhkan suplai air. Dari data mentah itu diolah dan disajikan menjadi insight yang relevan untuk pengambilan keputusan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro Ristony menjelaskan alur kerja BPBD saat menangani kebencanaan dan kegawatdaruratan beserta mitigasinya. "Data yang digunakan oleh BPBD adalah data kuantitatif yaitu data dalam bentuk angka atau yang bisa diukur dan dihitung," ujarnya.
Ada tiga Data yang diperoleh BPBD meliputi data jenis kejadian bencana, data dampak kejadian bencana, dan data sebaran lokasi bencana. Selain itu, BPBD juga memiliki peta sebaran bencana. Dikelompokkan menjadi 10 potensi bencana di Bojonegoro di antaranya banjir Bengawan Solo, banjir bandang, banjir genangan luapan sungai, tanah longsor, serta angin kencang. Selain itu bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kegagalan industri, gempa bumi dan kejadian lain-lain. [cs/nn/ans]