Berpartisipasi dalam Diskusi Daring APTIKNAS, DWP Bojonegoro Ikut Wujudkan Ketahanan Digital Keluarga

Berpartisipasi dalam Diskusi Daring APTIKNAS, DWP Bojonegoro Ikut Wujudkan Ketahanan Digital Keluarga

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

16 September 2026 2 min baca 8 kali
Berpartisipasi dalam Diskusi Daring APTIKNAS, DWP Bojonegoro Ikut Wujudkan Ketahanan Digital Keluarga
Berpartisipasi dalam Diskusi Daring APTIKNAS, DWP Bojonegoro Ikut Wujudkan Ketahanan Digital Keluarga

"Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro terus berusaha aktif mewujudkan ketahanan digital lingkup keluarga. Untuk itu, DWP mengikuti zoom meeting Cerdas Digital: Bedah Ruang Siber, Rabu (16/9/2026), di ruang Command Center, Gedung Pusat Informasi Publik (PIP)."

dinkominfo.bojonegorokab.go.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro terus berusaha aktif mewujudkan ketahanan digital lingkup keluarga. Untuk itu, DWP mengikuti zoom meeting Cerdas Digital: Bedah Ruang Siber, Rabu (16/9/2026), di ruang Command Center, Gedung Pusat Informasi Publik (PIP). Acara bertema 'Rumah Aman, Dunia Maya Nyaman' ini untuk memperkuat peran perempuan dan ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan digital keluarga.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah fungsi rumah dari sekadar tempat tinggal menjadi pusat aktivitas multifungsi dari bekerja, belajar, hingga transaksi harian. Kegiatan menekankan, ketahanan siber tidak lagi hanya bergantung pada peranti teknologi atau aparat penegak hukum, melainkan harus dimulai dari unit masyarakat terkecil, yaitu keluarga. Ibu rumah tangga serta anggota DWP memegang peran strategis sebagai navigator dan pengawas lalu lintas informasi bagi anak-anak serta anggota keluarga di rumah.

Wakil Ketua Umum 2 Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Alfons Tanujaya menegaskan, kesadaran pengguna (user behavior) merupakan benteng pertahanan paling ampuh dibanding sekadar mengandalkan perangkat lunak antivirus. “Jika kita tidak memiliki gaya hidup siber yang sehat, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dapat berubah menjadi celah kerawanan yang membahayakan finansial dan psikologis keluarga,” jelas Alfons.

Alfons membagikan empat pilar utama Gaya Hidup Siber Sehat (Healthy Cyber Lifestyle). Pertama, Kebersihan Digital (Digital Hygiene) yaitu mengganti kata sandi secara berkala, menggunakan kombinasi sandi yang kuat, dan mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA) pada seluruh akun pribadi.

Kedua, Kewaspadaan Rekayasa Sosial, menghindari klik pada tautan mencurigakan, mengunduh file aplikasi (.APK) tak dikenal di aplikasi pesan instan, maupun tergiur iming-iming hadiah bodong.

Ketiga, Perlindungan Data Pribadi (PDP), bijak bermedia sosial dengan tidak membagikan dokumen atau data sensitif (NIK, KK, nama ibu kandung) demi konten semata.

Keempat, Pendampingan Digital Anak (Digital Parenting), mengatur durasi penggunaan gawai (screen time), mengawasi paparan konten negatif, serta menanamkan etika berinternet (netiquette).

Kegiatan yang berlangsung secara hibrid ini diikuti oleh DWP Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro, DWP Kemenag Kabupaten Bojonegoro, DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, DWP SMPN 6 Bojonegoro dan DWP Kecamatan Trucuk.

Para peserta memanfaatkan ruang diskusi interaktif untuk berkonsultasi langsung mengenai persoalan harian, seperti penanganan perundungan siber (cyberbullying) pada anak, pengamanan akun WhatsApp dari peretasan, hingga pemilihan aplikasi transaksi digital yang terverifikasi dan aman.

Melalui giat ini, para anggota DWP diharapkan mampu menjadi agent of change yang menyebarkan kesadaran literasi digital di lingkungan keluarga dan komunitas demi mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang cerdas dan aman berinteraksi di ruang siber. [cs/nn]