Lewat SAPA! Radio Malowopati, Kominfo dan BPJS Kesehatan Edukasi Warga Pastikan JKN Aktif
Dinas Komunikasi dan Informatika
Tim Publikasi Informasi Publik
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar talkshow melalui Radio Malowopati FM 95,8 MHz, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dikemas dalam program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) dengan mengangkat tema “Jangan Tunggu Sakit, Pastikan JKN Aktif.”
Talkshow yang dipandu host Lia Yunita tersebut menghadirkan narasumber Ferdinan Panjaitan dari BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif sebelum membutuhkan layanan kesehatan.
Dalam talkshow disampaikan oleh Ferdinan Panjaitan bahwa peserta BPJS Kesehatan kini tidak harus selalu membawa kartu fisik saat mengakses layanan. Kartu kepesertaan telah tersedia secara digital dan dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, peserta juga dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengakses layanan kesehatan.
Masyarakat juga dapat mengecek status keaktifan kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN maupun layanan WhatsApp PANDAWA. Pengecekan secara berkala penting dilakukan agar peserta mengetahui status kepesertaannya dan dapat segera melakukan pengurusan apabila terdapat kendala.
“Status kepesertaan yang tidak aktif dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda, sesuai segmen kepesertaan,’’ ungkapnya.
Bagi peserta dari segmen pekerja penerima upah, status tidak aktif dapat terjadi karena peserta sudah keluar dari pekerjaan atau perusahaan belum melakukan pembayaran iuran. Sementara bagi peserta mandiri, kepesertaan yang tidak aktif dapat disebabkan karena iuran belum dibayarkan. Sedangkan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), status kepesertaan berkaitan dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Sosial. Perubahan status dapat terjadi karena adanya perubahan data, termasuk kemungkinan perubahan desil kesejahteraan.
“Masyarakat yang ingin mengetahui penyebab status kepesertaannya tidak aktif dapat melakukan konfirmasi kepada Dinas Sosial. Apabila kepesertaan tidak aktif, pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa. Proses tersebut dapat membantu pengaktifan kepesertaan sehingga dalam waktu 1x24 jam sudah dapat digunakan,” jelasnya.
Untuk mengurus layanan administrasi melalui WhatsApp PANDAWA, masyarakat dapat menyiapkan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK), buku rekening, nomor telepon, serta alamat Gmail. Masyarakat juga perlu memastikan tersedianya pulsa untuk kebutuhan layanan.
Dalam talkshow juga disampaikan bahwa meskipun sedang diluar kota layanan BPJS Kesehatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat hingga tiga kali dalam satu bulan. Selain kemudahan layanan, BPJS Kesehatan juga terus menjaga keamanan dan pengelolaan data kepesertaan. Data kepesertaan BPJS Kesehatan merupakan salah satu basis data terbesar di Indonesia. Riwayat kepesertaan masyarakat sejak era Askes juga telah tercatat dalam sistem.
“Selain menjaga keamanan data dari kebocoran hacker. Pengelolaan BPJS Kesehatan juga diaudit oleh lima lembaga negara sebagai bagian dari pengawasan,’’ tandasnya.
Melalui talkshow SAPA! Radio Malowopati, Pemkab Bojonegoro bersama BPJS Kesehatan mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk memastikan kepesertaan JKN. Dengan rutin mengecek status kepesertaan, masyarakat dapat mengetahui lebih awal apabila terdapat kendala dan segera melakukan pengurusan.
Upaya edukasi melalui media radio ini diharapkan semakin memperluas informasi mengenai layanan JKN sekaligus mendorong masyarakat Bojonegoro untuk memastikan kepesertaannya tetap aktif sehingga dapat memperoleh perlindungan kesehatan ketika membutuhkan layanan. [ai/nn]