Dinkominfo Bojonegoro dan Disnakkan Perkuat Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Rabies
Dinas Komunikasi dan Informatika
Tim Publikasi Informasi Publik
"Dinkominfo Bojonegoro dan Disnakkan Perkuat Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Rabies"
Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro memfasilitasi dialog interaktif bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Dialog melalui LPPL Radio Malowopati FM tersebut untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit rabies.
Dalam program SAPA Bojonegoro, dr. Faris Dimaswangi dari Disnakkan Bojonegoro menjelaskan bahwa rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menular dari hewan ke manusia. Penyakit ini masih menjadi perhatian karena dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf apabila tidak mendapatkan penanganan secara cepat.
Ia menyampaikan bahwa hewan yang berpotensi membawa rabies atau dikenal sebagai hewan pembawa rabies (HPR) di antaranya anjing, kucing, musang, dan beberapa jenis mamalia lainnya. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua gigitan hewan otomatis menyebabkan rabies sehingga diperlukan pengetahuan mengenai ciri-ciri dan langkah penanganannya.
Apabila terjadi gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies, masyarakat diimbau segera melakukan pertolongan pertama dengan mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit, kemudian memberikan antiseptik serta segera menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain penanganan pada manusia, pencegahan rabies juga perlu dilakukan melalui perawatan dan vaksinasi hewan peliharaan. Pemilik hewan kesayangan diharapkan menjaga kesehatan hewan, melakukan vaksinasi rabies, serta membatasi interaksi hewan peliharaan dengan lingkungan luar yang berisiko.
Dalam dialog tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Bojonegoro masih mempertahankan status bebas rabies. Kondisi tersebut perlu terus dijaga melalui kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, tenaga kesehatan manusia, dan masyarakat.
Melalui pemanfaatan LPPL Malowopati FM sebagai media komunikasi publik, Dinkominfo Bojonegoro berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi yang benar dan terpercaya. Edukasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit serta menjaga kesehatan lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk tidak panik terhadap rabies, namun tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, upaya mempertahankan Bojonegoro sebagai wilayah bebas rabies dapat terus dilakukan. [dh/nn/ans]