Dinkominfo dan Disnakkan Bojonegoro Edukasi Masyarakat tentang Manajemen Kesehatan Unggas

Dinkominfo dan Disnakkan Bojonegoro Edukasi Masyarakat tentang Manajemen Kesehatan Unggas

Dinas Komunikasi dan Informatika

Tim Publikasi Informasi Publik

22 September 2026 2 min baca 6 kali
Dinkominfo dan Disnakkan Bojonegoro Edukasi Masyarakat tentang Manajemen Kesehatan Unggas
Dinkominfo dan Disnakkan Bojonegoro Edukasi Masyarakat tentang Manajemen Kesehatan Unggas

"Dinkominfo dan Disnakkan Bojonegoro Edukasi Masyarakat tentang Manajemen Kesehatan Unggas"

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menggelar talkshow bertema “Manajemen Kesehatan Unggas” melalui Radio Malowopati FM 95,8 MHz, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026 sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ternak unggas.

Talkshow tersebut menghadirkan drh. Faris Dimaswangi, Dokter Hewan Disnakkan Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pentingnya penerapan manajemen kesehatan unggas, mulai dari kebersihan kandang, pencegahan penyakit, penerapan biosekuriti, hingga pola pemeliharaan yang baik untuk menjaga produktivitas ternak.

drh. Faris menjelaskan bahwa unggas seperti ayam, itik, dan mentok merupakan komoditas peternakan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Selain menjadi sumber protein hewani, unggas juga banyak dikembangkan sebagai usaha peternakan rumah tangga maupun skala usaha. Oleh karena itu, kondisi kesehatan ternak menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pemeliharaan.

Menurutnya, kesehatan unggas sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat hidupnya. Kandang yang bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, pencahayaan cukup, serta kondisi yang nyaman dapat membantu mencegah gangguan kesehatan. Persiapan kandang sebelum mendatangkan bibit unggas juga perlu dilakukan melalui pembersihan fisik maupun penggunaan desinfektan untuk mengurangi risiko berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit.

Lebih lanjut, drh. Faris menyampaikan bahwa masyarakat dapat mengenali kondisi unggas sehat melalui beberapa tanda, seperti nafsu makan baik, aktif bergerak, bulu bersih, dan mata yang cerah. Sebaliknya, unggas yang mengalami gangguan kesehatan dapat menunjukkan gejala berupa penurunan konsumsi pakan, kurang aktif, hingga gangguan pernapasan seperti snot atau infeksi saluran pernapasan akibat bakteri.

Dalam talkshow tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai kewaspadaan terhadap penyakit flu burung atau avian influenza. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memiliki tingkat penularan tinggi sehingga penerapan biosekuriti menjadi langkah penting, seperti menjaga kebersihan kandang, mencuci tangan, membatasi perpindahan antar kandang, serta melakukan vaksinasi sesuai kebutuhan.

Melalui kegiatan edukasi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya manajemen kesehatan unggas. Dengan penerapan pemeliharaan yang tepat, kesehatan ternak dapat terjaga, produktivitas meningkat, dan usaha peternakan masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan. [dh/nn/ans]