Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo terus mengajak masyarakat mengenali dan mewaspadai gangguan ginjal. Ajakan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, yakni lewat SAPA! (Selamat Pagi!) Malowopati FM, edisi Rabu (10/3/2023).

Dipandu penyiar Lia Yunita, SAPA! Malowopati FM menghadirkan narasumber dr. Fitra Hardian, Sp.U, dokter spesialis urologi di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Siaran ini dapat diikuti secara live YouTube Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Hari Ginjal Sedunia 2023 mengangkat tema Kidney Health for All: "Preparing for the unexpected, supporting the vulnerable!" Tema ini diusung untuk menyoroti pentingnya mempersiapkan rencana kesiapsiagaan darurat untuk para pengidap penyakit ginjal.

Menurut dr. Fitra Hardian, Sp.U. ginjal adalah salah satu organ yang paling penting dalam tubuh. Fungsi utama organ ginjal adalah untuk membersihkan darah dari limbah dan zat-zat berbahaya yang terdapat dalam tubuh. Ginjal juga bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, mengatur kadar air dalam tubuh, dan menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah. Ginjal juga berperan dalam pengaturan kadar asam dan basa dalam tubuh serta membantu dalam metabolisme vitamin D.

Meski ginjal memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh, menurut dr Fitra, ginjal juga bisa mengalami kegagalan jika tidak dirawat dengan baik. Kegagalan ginjal adalah kondisi di mana ginjal tidak mampu lagi melakukan fungsinya secara maksimal.

"Kegagalan ginjal dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan yang kurang baik. Biasanya juga terkait dengan profesi tertentu yang mengharuskan seseorang duduk dalam jangka waktu yang lama dan kurang mengkonsumsi air putih. Tetapi selain faktor tersebut, gagal ginjal juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Biasanya gagal ginjal karena faktor genetik juga dapat dialami oleh anak-anak," ujar dr. Fitra.

Saran dari Kememterian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kita dapat mencegah/menghindari penyakit ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat dan berperilaku "CERDIK", yaitu:

C: Cek atau periksa kesehatan secara berkala

E: Enyahkan asap rokok. Baik perokok pasif maupun perokok aktif sama-sama beresiko untuk mengalami penyakit jantung paru yang dapat menyebabkan beban ginjal semakin meningkat

R: Rajin aktivitas fisik. Lakukan olahraga yang terukur dan terjadwal minimal 15 menit per hari atau 90 menit semiggu.

D: Diet sehat dengan kalori yang seimbang. Mengonsumsi sumber nutrisi yang seimbang dan membatasi konsumsi makanan instan, tinggi garam, gula dan minyak. Mengatur pola makan juga dapat menjaga berat badan yang ideal.

I: Istirahat yang cukup dengan tidur minimal 6-8 jam sehari.

K: Kelola stres. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan inflamasi yang berlangsung kronik.

Jika ginjal mengalami suatu gangguan, tubuh akan memberikan reaksi seperti demam, sakit pinggang, kencing dengan volume yang sedikit, hingga kencing berdarah.

Apabila hal tersebut terjadi, maka harus segera dilakukan penanganan. "Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan fasilitas kesehatan tingkat 1. Jika memang diperlukan penanganan lebih lanjut, akan diarahkan ke dokter spesialis. Hindari mengonsumsi obat-obatan tanpa resep medis, dan ikuti saran dokter dengan baik," tegas dr. Fitra.

Penting untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah terjadinya penyakit ginjal dengan mengikuti perilaku CERDIK. Melalui Hari Ginjal Sedunia, pihaknya berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya perawatan ginjal untuk menjaga kesehatan tubuh. [iz/nn]


By Admin
Dibuat tanggal 14-03-2023
191 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
79 %
Puas
7 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
14 %