Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar acara parenting digital yang diselenggarakan di GOR Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Rabu (26/03/2025). Kegiatan ini sebagai upaya mencetak generasi muda menggunakan media digital yang bisa membangun etika dan norma dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan di era perkembangan teknolgi begitu cepat, tim penggerak PKK memiliki peran yang sangat penting dalam memberi pengetahuan digitalisasi terhadap para ibu. Karena ibu berperan sebagai pendidik dan contoh bagi anak-anaknya. Sebagai orang tua harus bisa memberi edukasi digitalisasi yang mendidik kepada anak-anaknya baik dari konten yang dilihat ataupun yang lainya.
Dengan adanya kegiatan digital parenting ini, lanjut Bupati Wahono, nantiya dapat memberikan pemahaman kepada orang tua dalam mendidik anak di era digital. “Sehingga butuh kerja sama semua pihak baik pemerintah, masyarakat, guru untuk mendidik generasi muda agar menggunakan media yang bisa membangun etika dan norma dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.
Bupati Wahono juga berharap ibu PKK tingkat kecamatan maupun desa untuk turut aktif memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada orang tua khususnya bagi seorang ibu untuk mengawasi anak-anaknya. Juga memberi atau memilih aplikasi atau konten yang positif. “Supaya anak dapat tumbuh sesuai usia perkembanganya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono mengatakan bahwa digital parenting adalah bagaimana cara mendampingi anak di dunia teknologi, dan bukan menjadi ahli IT. Akan tetapi tentang bagaimana orang tua bisa menjadi pendamping yang baik bagi anak-anak. “Yakni mengerti aplikasi dan konten yang anak gunakan serta menjaga komunikasi dan karakter anak,” ujarnya.
Cantika Wahono menuturkan bahwa ada tiga langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk cakap digital. Pertama, pahami atau kenali dunia digital anak seperti apa yang mereka suka dan apa yang mereka lihat. Kedua, pantau dan dampingi mereka menjelajah dunia digital, bukan hanya mengawasi dari jauh. “Ketiga, perkuat karakter dengan tanamkan nilai agama dan budaya agar mereka punya pondasi yang kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro Heri Widodo menambahkan bahwa tujuan digital parenting bagi TP- PKK se-Kabupaten Bojonegoro adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta tentang konsep literasi dalam parenting. Juga membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi, serta menjaga keamanan informasi dalam keluarga.
Selain itu, membentuk agen atau trainer melaui Ketua TP-PKK di setiap desa dan kecamatan guna menyebarluaskan materi pelatihan hingga level terkecil di tingkat RT/RW melalui kegiatan sosial kemasyarakatan. “Terpenting adalah terbentuknya masyarakat Bojonegoro yang cerdas berteknologi dan sehat bermedia sosial,” imbuhnya.
Heri Widodo juga mengatakan bahwa kegiatan Digital Parenting untuk TP-PKK Se-Kabupaten Bojonegoro akan dilaksanakan sebanyak 5 kali di ruang Angling Dharma lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro. “Khusus pada hari ini, kegiatan dikolaborasikan dengan acara Ramadhan Fest 2025,” pungkasnya.[fif/nn/ans]
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Sangat Puas
74 % |
Puas
11 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
11 % |