Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro dan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo mengajak masyarakat untuk lebih mewaspadai stroke dan penanganan pasca stroke atau rehabilitasi. Ajakan itu disampaikan lewat program radio SAPA! (Selamat Pagi!) Malowopati FM, edisi Rabu (8/3/2023).

Dipandu penyiar Lia Yunita, SAPA! Malowopati FM menghadirkan narasumber dr. Ike Hervin Caprina, Sp.KFR. Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Siaran ini dapat diikuti secara live YouTube Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Menurut dr. Ike Hervin, stroke merupakan salah satu penyakit yang sering menimpa orang dewasa, terutama mereka yang berusia lanjut. Stroke terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah di otak yang menyebabkan defisit neurologis atau kelainan saraf. Ada beberapa faktor yang dapat memicu stroke, antara lain gaya hidup yang kurang sehat dan pola makan yang kurang baik, seperti merokok, kurang olahraga, sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu juga karena adanya pemicu seperti hipertensi, hiperkolesterol, dan lain sebagainya.

"Deteksi dini stroke sangat penting untuk meminimalkan dampak buruk yang terjadi. Gejala awal stroke yang timbul biasanya seperti sakit kepala, adanya tekanan pada anggota tubuh tertentu, dan kelumpuhan. Maka diperlukan kewaspadaan sedini mungkin jika mengalami tanda-tanda tersebut," terangnya.

Stroke, kata dr Ike, dapat menyebabkan kelemahan pada anggota gerak dan otot-otot di wajah. Pasien dapat mengalami kesulitan bergerak pada sisi tertentu, kesulitan berbicara, dan makan. Oleh harena itu, diperlukan rehabilitasi medik bagi pasien stroke guna pemulihan kemampuan fungsional tubuh pasien dan meminimalkan kecacatan yang terjadi.

RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro menyediakan layanan rehabilitasi medik bagi pasien stroke. Pada umumnya, pelayanan rehabilitasi stroke terbagi menjadi tiga fase, yaitu fase akut, fase sub akut, dan fase kronis.

Pada fase akut, pasien stroke yang dirawat inap di rumah sakit akan mendapatkan rehabilitasi untuk membantu pemulihan selama enam bulan pertama setelah stroke terjadi. Setelah itu pasien akan memasuki fase sub akut, yang berlangsung selama enam bulan berikutnya. Selama fase ini, pasien akan menjalani perawatan di poliklinik. Masa inilah yang menjadi periode emas (golden periode) untuk menentukan apakah pasien berpeluang untuk pulih sepenuhnya atau tidak.

Jika pasien dapat memulihkan sebagian besar kemampuan fisik dan kognitif mereka selama fase sub akut, mereka dapat melanjutkan ke fase kronis, yang merupakan perawatan jangka panjang setelah fase sub akut berakhir. Dalam fase ini, pasien akan menerima dukungan dan bantuan untuk mempertahankan kemampuan yang telah dipulihkan serta mencegah kemungkinan kekambuhan stroke.

Tim medis akan bekerja sama untuk merencanakan dan memberikan program rehabilitasi yang paling efektif bagi pasien, tergantung pada kondisi dan kebutuhan setiap individu. Program rehabilitasi ini dapat mencakup latihan fisik, terapi wicara, latihan mental, dan bantuan psikologis untuk membantu pasien pulih secara keseluruhan.

Dukungan dari tim medis dan keluarga sangat diperlukan bagi pasien stroke, agar pasien memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mencapai pemulihan maksimal dan meningkatkan kualitas hidupnya. [iz/nn]


By Admin
Dibuat tanggal 09-03-2023
114 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
79 %
Puas
7 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
14 %