Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengambil langkah proaktif dalam menghadapi musim kemarau.  

Langkah-langkah BPBD disosialisasikan melalui program SAPA Malowopati FM, Rabu (6/9/2023). Kegiatan ini menghadirkan Kalak BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto, S.STP. Program ini dapat diikuti secara live melalui YouTube Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Kepala BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto, menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan tugas dalam tiga sesi, yaitu pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. BPBD Bojonegoro juga telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Desatana) dengan harapan agar masyarakat siap menghadapi bencana secara mandiri. Upaya ini melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk perangkat desa, linmas, kader desa, bidan desa, dan semua pihak yang terlibat dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana.

"Saat ini, sudah terbentuk 55 desa yang telah dilatih dalam menghadapi kebencanaan," tambahnya.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2023 saat ini lebih kering dan berlangsung lebih lama. Dampaknya adalah kekeringan di beberapa daerah. Oleh karena itu, penyaluran air juga menjadi salah satu tugas BPBD.

Hingga tanggal 5 September 2023, BPBD Bojonegoro telah menyalurkan 551 tangki air dengan kapasitas 4.000 liter per tangki. Artinya, sebanyak 2.044.000 liter air telah didistribusikan kepada masyarakat di 12 kecamatan dan 30 desa. BPBD Bojonegoro mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan air bersih dengan menghubungi BPBD, yang nantinya akan mengarahkan mereka kepada kepala desa dan camat untuk mengajukan permohonan kepada BPBD.

Lebih lanjut, Ardhian menjelaskan, BPBD Bojonegoro telah membentuk tim SAR (Search and Rescue) untuk penanganan bencana. Tim siap melayani masyarakat 24 jam dengan memiliki tiga tim reaksi cepat. Masing-masing tim terdiri dari sembilan anggota yang bekerja dalam dua shift sehari. Masyarakat dapat menghubungi tim reaksi cepat melalui nomor telepon 0353 887811 atau melalui WhatsApp di nomor 08113356444.

Bojonegoro juga memiliki potensi banjir bandang yang sering terjadi di wilayah selatan, seperti Gondang, Sekar, dan Temayang. Banjir juga dapat terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Tanah longsor juga menjadi ancaman di wilayah dataran tinggi, seperti Kedewan, Bubulan, dan daerah yang dilalui oleh aliran Sungai Bengawan Solo.

Oleh karena itu, BPBD juga menyiapkan aneka bantuan. Bantuan untuk korban bencana banjir berupa paket sembako telah didistribusikan sebanyak 440 paket, serta disediakan pengamanan rumah berupa sesek, selimut, dan pakaian layak pakai yang dibantu oleh Dinas Sosial.

Mbak Sri, warga Desa Kali Aren, Kecamatan Tambakrejo, sempat mengajukan pertanyaan kepada BPBD Bojonegoro terkait penanganan kekeringan jangka Panjang, “Pak, kemarau dan kekeringan kan siklus rutin tahunan, upaya apa yang dilakukan untuk penanganan kekeringan jangka Panjang?" katanya.

Menanggapi hal itu, Ardhian menjelaskan BPBD mengajak masyarakat untuk gemar menanam pohon. Dengan adanya penghijauan diharapkan dapat menahan air didalam tanah. Karena dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BPBD dengan dinas-dinas terkait untuk mengadakan penanggulangan air menggunakan sumur bor. Ada yang berhasil tetapi jumlah air hanya sedikit sehingga aliran air hanya bertahan sekitar 2 hari saja.

BPBD Bojonegoro juga berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam meluncurkan aplikasi bernama SIGAB (Sistem Informasi Bojonegoro Atasi Bencana). Aplikasi ini memberikan informasi kebencanaan secara real-time dan terhubung langsung dengan Google Maps, memudahkan tim penyelamat untuk menemukan lokasi kejadian bencana.

"Kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama 24 jam," tegasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk serta peringatan yang diberikan oleh BPBD Bojonegoro guna menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama. Yakni dalam menghadapi musim kemarau yang panjang dan ancaman bencana terkait.

Dengan upaya yang komprehensif dan sinergi antara BPBD Bojonegoro, instansi terkait, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan dapat mengurangi dampak buruk dari musim kemarau yang panjang serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. [nur/nn]


By Admin
Dibuat tanggal 13-09-2023
137 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
73 %
Puas
7 %
Cukup Puas
7 %
Tidak Puas
13 %