Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro melalui program dialog interaktif SAPA! Bojonegoro di Radio Malowopati FM mengajak masyarakat untuk lebih memahami penyakit hernia serta mewaspadai berbagai mitos yang masih berkembang di tengah masyarakat. Edukasi ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan yang dapat berujung pada komplikasi serius.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Kepohbaru, dr. M. David Perdana Putra, Sp.B., menjelaskan bahwa hernia merupakan kondisi keluarnya organ dalam perut melalui celah atau kelemahan pada dinding otot perut. Penyakit ini umumnya ditandai dengan munculnya benjolan yang dapat hilang timbul, terutama saat mengangkat beban berat, batuk, atau mengejan.
Menurut dr. David, salah satu mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat adalah hernia dapat sembuh dengan pijat atau pengobatan tertentu. Padahal, tindakan tersebut justru berisiko memperparah kondisi pasien. Hernia tidak dapat disembuhkan dengan obat maupun pijat, melainkan memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki kelemahan pada dinding perut.
Ia menambahkan, penanganan yang terlambat dapat menyebabkan usus terjepit hingga aliran darah terhenti. Kondisi ini berpotensi menimbulkan nyeri hebat, kerusakan usus, bahkan mengancam keselamatan jiwa pasien. Karena itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila menemukan benjolan yang mencurigakan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Trika Rahmawati, menegaskan pentingnya edukasi kesehatan untuk meluruskan informasi yang keliru. Menurutnya, mitos yang beredar sering kali membuat masyarakat menunda pemeriksaan dan memilih penanganan yang tidak tepat.
Selain meningkatkan pemahaman tentang hernia, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan, seperti menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi dan berserat, berolahraga sesuai kemampuan, menghindari kebiasaan merokok, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan atau gangguan kesehatan lainnya.
Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menyaring informasi kesehatan serta tidak mudah percaya pada mitos yang belum terbukti kebenarannya. Edukasi yang tepat menjadi langkah penting untuk mendorong masyarakat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan penanganan medis yang sesuai. [dh/nn/ans]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
77 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
9 % |