Dialog Publik edisi 95 antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan masyarakat yang dilaksanakan di pendopo kabupaten Bojonegoro (8/5/2015) dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, SKPD dan masyarakat Bojonegoro. Selain itu nara sumber yang lain adalah Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dan Komandan Kodim Bojonegoro 0813 Letkol Kav Donava Tri Pamungkas. Dalam kesempatan tersebut kepala BLH Bojonegoro mengajak evaluasi bersama terhadap Penilaian Kedua (P2) Adipura. Selama persiapan P2, BLH sudah mengadakan pendampingan terhadap titik-titik pantau penilaian Adipura.
BLH mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk saling menginformasikan tentang penilaian Adipura tersebut karena Bojonegoro termasuk nominator peraih Adipura untuk kota kecil dan Adipura Kencana. Diharapkan para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di trotoar-trotoar bisa membantu pemerintah daerah agar menertibkan diri dan menjaga kebersihan. BLH juga mengharapkan di setiap desa/kelurahan memperhatikan masalah sampah dengan cara menjaga kebersihan serta membuat pengolahan sampah dan bank sampah. Untuk pengolahan sampah, masyarakat bisa bekerja sama dengan BLH dan juga DKP guna mendapat pendampingan tentang pengolahan sampah. Kebersihan lingkungan merupakan salah satu misi dari enam Misi Pemkab Bojonegoro.
Masalah penghijauan juga menjadi perhatian Pemkab Bojonegoro, masyarakat diharapkan membantu untuk menggalakkan penghijauan dilingkungan masing-masing. Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan “di negara-negara yang mempunyai cuaca ekstrim menanam pohon merupakan sesuatu yang sulit, tapii negara kita sebagai negara tropis sangatlah mudah dalam menanam pohon tapi sayang kita juga lebih cepat memotongnya. Pohon/hutan merupakan paru-paru dunia...”
Dalam kesempatan tersebut Suyoto juga menyoroti tentang masalah pendidikan. “saya akan mengusulkan perda yang mengatur anak yang tidak mau sekolah akan dipenjara” ujar Suyoto. Pemkab sudah mengeluarkan DAK pendidikan untuk siswa tingkat SLTA untuk itu anak Bojonegoro harus mau sekolah, “anak bojonegoro harus bisa menjadi burung rajawali yang pintar, kreatif, siap menghadapi kesulitan hidup” .
Sementara itu Dandim Bojonegoro saat ini terus berusaha melaksanakan tugas dari menteri Pertanian yaitu selalu mengawal ketat pendistribusian pupuk kepada kelompok tani yang ada di Bojonegoro. Selain itu bantuan baik yang berupa uang maupun peralatan pertanian seperti traktor harus digunakan dengan baik tidak boleh diselewengkan. Petani yang telah mendapatkan bantuan traktor atau peralatan lainnya akan didata lagi serta akan diinventarisir peralatan-peralatan yang pernah diterima olej kelompok tani. Apabila rusak harus ada barangnya dan apabila masih baik harus ditunjukkan dimana tempatnya jangan sampai pindah tangan atau bahkan sampai pindah ke desa lain.
TNI bersama Polri akan bersinergi guna menanamkan jiwa bela negara utamanya terhadap para pemuda yang saat ini sangat rawan terhadap pengaruh-pengaruh negatif. “Anak-anak muda harus mempunyai pondasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif” kata Donava. Dalam kesempatan tersebut masyarakat juga diberi kesempatan untuk dialog langsung dengan nara sumber ada lima penanya yang menanyakan masalah tentang tidak meratanya pembagian DAK, lingkungan hidup peraturan-peraturan kelompok tani, serta masalah ujian nasional 2015. (Nuty/Dinkominfo)
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Sangat Puas
74 % |
Puas
11 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
11 % |