Perwakilan Pegiat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Bojonegoro kunjungi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menyampaikan aspirasi mereka. Bertempat di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP), Jl. AKBP M. Suroko No. 11, Kamis (25/03/2021) telah digelar diskusi oleh tim dari Bidang PIKP (Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik) bersama perwakilan UMKM Tas Rajut Desa Klepek Sukosewu, UMKM Pengolahan Limbah Kayu Desa Sukorejo Bojonegoro, dan UMKM Fashion Painting Ledok Wetan Bojonegoro.
Siti Nurhidayah pemilik “ZAHIDA Fashion Painting” yang berlokasi di Jl. KH. Mansyur No. 58 Ledok Wetan Bojonegoro menceritakan bahwa produk lukisan-lukisan yang dia tuangkan di kain tersebut bermula dari hobi melukis dan menjadi kerajinan-kerajinan yang kemudian berkembang sebagai wirausaha.
“Berawal dari tahun 2007 dengan modal hanya 2 juta rupiah, belum punya mesin, dibelikan kain dijahitkan ke orang lain dan diolah sendiri. Sampai tahun 2010 ada 5 karyawan dan sekarang memiliki 13 pegawai. Ada yang dari kaum disabilitas dan banyak kolaborasi atau kerja sama dengan UMKM lain. Setiap hari bisa 100 produk tergantung pesanan. Kalau pameran lebih banyak variasinya, souvenir tertentu saja, seperti tas hp tali panjang seharga 125 ribu, masker seharga 20 ribu, tas seharga 250 ribu, harga bervariasi,” terangnya.
Siti Nurhidayah selama ini sering menjadi narasumber di tingkat Provinsi bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, juga Dinas P3AKB. Produk yang dihasilkan tas, dompet, baju, jilbab kain, masker. Pada masa pandemi covid-19, masker kain awalnya dari sisa-sisa kain yang dilukis dan dibagikan secara gratis ternyata banyak peminat dan akhirnya memproduksi masker. Usahanya sudah berkembang sampai ekspor, kerjasama dengan desainer Jakarta, fashion di China, dan masuk butik di Singapura.
“Harapan Ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro kepada Dinas Kominfo agar hasil produksi para pegiat UMKM di seluruh Bojonegoro untuk promosi dan pemasarannya dapat dibantu oleh Dinas Kominfo menggunakan sarana teknologi informasi (TI) secara online, Karena selama ini kalangan UMKM fokusnya di produksi dan menjual dengan teknik yang sederhana. Sedangkan promosi dengan sarana TI masih kurang,” harapnya.
Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kominfo telah memiliki berbagai media publikasi dan saluran informasi baik secara offline maupun online. Secara offline Dinas Kominfo memiliki tabloid warta, baliho-baliho yang tersebar di kecamatan-kecamatan. Secara online, juga telah ada website resmi Pemkab, Website OPD, website Desa, SID, aplikasi info produk UMKM, videotron di 6 titik lokasi strategis, media sosial, dan radio Malowopati FM. Semua media publikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemasaran produk UMKM yang berbasis TI. Publikasi produk UMKM melalui dukungan Pemkab diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar (pembeli) terhadap produk-produk tersebut.
Terkait harapan pegiat UMKM tersebut Dinas Kominfo akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perinaker, Dinas Perdagangan dan UM, serta OPD terkait lainnya untuk mekanisme pelaksanaannya yang mana harus tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku. (Nuty/Kominfo)
|
|
|
|
|
Sangat Puas
76 % |
Puas
10 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
10 % |