Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Komunikasi dan Informartika (Kominfo) mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui tema “Ready To Run For Eliminating Tuberculosis 2030”. Hal ini disampaikan dalam program talkshow radio Malowopati FM “Sapa Bojonegoro” yang dipandu penyiar oleh Lia Yunita, Jumat (27/3/2026).
Sub Koordinator Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Bojonegoro, Paiman, S.Kep, M.Epid, menjelaskan bahwa target eliminasi TBC tahun 2030 adalah menurunkan angka kasus dan kematian secara signifikan. Untuk mencapainya, diperlukan sinergi semua pihak melalui penemuan kasus aktif, pengobatan tuntas, serta penguatan edukasi masyarakat.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah skrining aktif menggunakan X-ray portable di puskesmas mulai tahun 2026. Program ini menyasar kelompok berisiko seperti kontak erat pasien TBC, penderita HIV, diabetes, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
Dokter spesialis paru, dr. Rizki Diah, Sp.P, menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular melalui udara, namun dapat disembuhkan jika pasien patuh menjalani pengobatan minimal 6 bulan. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, serta demam atau keringat malam.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC dan lebih peduli terhadap kesehatan diri serta lingkungan. Deteksi dini dan kepatuhan pengobatan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. [dd/nn/ans]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
76 % |
Puas
10 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
10 % |