Di era transformasi digital yang semakin pesat, penggunaan gawai (gadget) oleh anak-anak kini tidak lagi terelakkan. Selain untuk hiburan, internet kini menjadi sarana belajar yang penting. Namun, paparan konten negatif dan risiko kecanduan layar (screen time) menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro mengajak para orang tua untuk lebih proaktif dalam mendampingi aktivitas digital anak. Salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan fitur Parental Control (Kontrol Orang Tua).
Tanpa pengawasan, anak-anak berisiko terpapar konten kekerasan, radikalisme, hingga konten dewasa yang tidak sengaja muncul melalui iklan atau rekomendasi algoritma. Fitur kontrol orang tua membantu membatasi apa yang bisa dilihat dan berapa lama anak bisa menggunakan perangkatnya.
Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan orang tua di rumah:
1. Gunakan Aplikasi Google Family Link Aplikasi gratis dari Google ini memungkinkan orang tua untuk memantau aktivitas harian anak, menyetujui atau memblokir aplikasi yang ingin diunduh di Play Store, hingga mengunci perangkat dari jarak jauh saat waktu tidur tiba.
2. Aktifkan 'Restricted Mode' di YouTube Melalui pengaturan di aplikasi YouTube, orang tua dapat mengaktifkan Mode Terbatas untuk menyaring konten yang berpotensi mengandung materi dewasa. Gunakan pula aplikasi YouTube Kids untuk pengalaman menonton yang lebih aman bagi anak usia dini.
3. Batas Durasi Layar (Screen Time) Atur jadwal penggunaan ponsel. Misalnya, ponsel hanya boleh digunakan maksimal 2 jam setelah selesai mengerjakan tugas sekolah. Pada sistem operasi Android maupun iOS, fitur ini sudah tersedia secara bawaan di menu Settings.
4. Filter Pencarian di Google (SafeSearch) Pastikan fitur SafeSearch di browser Google Chrome dalam kondisi aktif. Fitur ini membantu memblokir hasil pencarian berupa gambar atau video yang tidak pantas.
Teknologi hanyalah alat bantu. Kunci utama perlindungan anak di dunia maya adalah komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Fitur teknis itu penting, tapi yang lebih utama adalah memberikan pemahaman kepada anak tentang mana yang baik dan buruk di internet.
Dengan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan anak-anak di Bojonegoro dapat tumbuh menjadi generasi digital yang cerdas, kreatif, dan tetap aman dari dampak negatif dunia siber. [dh/nn/ans]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
76 % |
Puas
10 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
10 % |