Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terus mendorong penyebarluasan informasi edukatif kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya siaran Radio Malowopati FM. Melalui talkshow “Kancil”, Dinkominfo menghadirkan berbagai tema inspiratif terkait pendidikan dan perkembangan masyarakat, termasuk upaya membangun karakter anak sejak usia dini.

Salah satu tema yang dibahas yakni pembentukan kemandirian anak bersama pendidik TK SETDA 1 Bojonegoro. Lembaga pendidikan tersebut secara konsisten menerapkan pembiasaan positif untuk menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kepercayaan diri kepada peserta didik melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Dalam talkshow Kancil, guru TK SETDA 1 Bojonegoro, Yulif Mujiana dan Umi Shofiatun, menyampaikan bahwa kemandirian anak tidak dibangun dengan membiarkan anak melakukan segala sesuatu tanpa pendampingan. Kemandirian perlu tumbuh melalui proses pemberian kesempatan, kepercayaan, serta bimbingan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. 

“Kemandirian bukan berarti anak dilepas begitu saja, tetapi diberikan ruang untuk mencoba dengan tetap mendapatkan arahan dan pengawasan dari guru maupun orang tua,” ujar Yulif Mujiana.

Penerapan pembiasaan mandiri di TK SETDA 1 Bojonegoro dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian anak, seperti memakai dan menyimpan sepatu sendiri, mengembalikan mainan ke tempat semula, mengenali tempat penyimpanan barang pribadi, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kemampuan mandiri, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Para pendidik juga menekankan pentingnya memahami karakter setiap anak karena setiap peserta didik memiliki kemampuan dan proses perkembangan yang berbeda. Guru berperan sebagai pendamping yang memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing anak. “Anak-anak memiliki karakter yang berbeda. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk percaya diri. Karena itu guru harus memahami kondisi setiap anak dan memberikan pendampingan yang tepat,” jelas Umi Shofiatun.

Pembentukan karakter mandiri juga diperkuat melalui kerja sama antara sekolah dan keluarga. Guru secara rutin berkomunikasi dengan orang tua agar pembiasaan positif yang diterapkan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah, seperti membiasakan anak makan sendiri, merapikan pakaian, mencuci tangan sebelum makan, serta melakukan aktivitas sederhana secara mandiri.

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, TK SETDA 1 Bojonegoro berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter kuat. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter. [dh/nn/ans]

 


By Admin
Dibuat tanggal 27-07-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %