Sebuah konten iseng di media sosial hari ini bisa jadi alasan HRD mencoret nama pelamar kerja sepuluh tahun kemudian. Oleh karena itu, para siswa perlu untuk selalu bijak bermedia sosial.
Hal ini ditekankan oleh Kabid PIKP Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Bojonegoro Akmal Ismail Yatim saat menjadi narasumber di hadapan puluhan siswa-siswi di Aula Taqwa Kelurahan Kadipaten Bojonegoro, Rabu (5/8/2026).
"Kalau berkomentar atau bikin konten di media sosial, harus sopan, karena jejak digital kalian itu tidak akan pernah hilang. Sepuluh tahun lagi, bahkan saat melamar kerja, HRD bisa mengecek rekam jejak digital kalian. Kalau dulu pernah bikin konten yang tidak pantas, itu bisa berdampak ke masa depan dan karier kalian," ujar Akmal, yang membawakan materi kecakapan dan etika digital dengan gaya interaktif agar mudah dicerna siswa.
Pesan itu jadi bagian dari Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja, yang menyasar pelajar wilayah barat dan timur Bojonegoro secara bergantian. Bukan sekadar seminar satu arah, program ini dirancang sebagai kampanye Praktik Baik Siswa hasil kolaborasi Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro dengan SKK Migas, IOG 4.0, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu, dan Badan Kerjasama PI Blok Cepu.
Almaliki Ukay Sukaya Subqy, perwakilan EMCL, menjelaskan program ini memang terbatas hanya sampai akhir tahun, tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat akan berlanjut lagi. Para peserta diminta untuk selalu aktif dalam peningkatan literasi. “Tetap semangat, tunjukkan kontribusi terbaik untuk peningkatan literasi di Kabupaten Bojonegoro," katanya.
Lili Alesya Elvina dan Muhammad Khairil Ahyah, dua peserta dari SMKN 1 Dander, mengaku ikut program ini untuk menambah bekal sebelum benar-benar terjun membuat konten secara profesional.
"Tujuan kami di sini mengikuti kegiatan literasi digital ini untuk menambah pengetahuan tentang penggunaan teknologi digital secara baik dan bijak. Harapan kami, setelah acara ini, kegiatan ini dapat mendorong semangat belajar, kreativitas, dan inovasi tanpa batas," ujar siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut.
Dengan skema seleksi mitra, potensi beasiswa literasi, dan target peserta yang relevan dengan dunia konten digital, program ini menempatkan literasi digital bukan sekadar materi penyuluhan, tapi bekal konkret yang bisa langsung dipakai siswa, mulai dari cara aman bermedia sosial hingga peluang masa depan di industri kreatif.[za/nn]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
77 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
9 % |