Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan banyak manfaat dalam kehidupan digital. Namun, kemajuan teknologi tersebut juga perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan, salah satunya melalui voice cloning atau teknologi peniruan suara berbasis AI.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap komunikasi digital yang memanfaatkan teknologi tersebut. Voice cloning mampu membuat suara tiruan yang menyerupai suara seseorang dengan tingkat kemiripan yang semakin sulit dibedakan dari suara asli.

Teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan positif, seperti pembuatan konten digital dan layanan komunikasi. Namun, di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan keluarga, teman, maupun pihak tertentu.

Modus yang sering dilakukan adalah pelaku menghubungi korban menggunakan suara tiruan dan menciptakan situasi mendesak, seperti meminta transfer uang, kode OTP, atau data pribadi. Karena suara terdengar familiar, korban dapat dengan mudah mempercayai informasi yang disampaikan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Untuk mengantisipasi potensi menjadi korban, masyarakat diimbau menerapkan beberapa langkah pencegahan, di antaranya:
1.    Melakukan verifikasi ulang apabila menerima telepon atau pesan suara yang mencurigakan, terutama yang meminta tindakan segera. 
2.    Menghubungi kembali pihak yang bersangkutan melalui nomor atau saluran komunikasi lain untuk memastikan kebenaran informasi. 
3.    Tidak memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, maupun informasi rekening kepada pihak yang belum dapat dipastikan identitasnya. 
4.    Menggunakan pertanyaan khusus atau kode verifikasi pribadi dengan keluarga maupun orang terdekat untuk memastikan keaslian komunikasi. 
5.    Berhati-hati membagikan rekaman suara di ruang digital, karena dapat berpotensi disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Dinkominfo Bojonegoro terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman. Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, sikap kritis, kehati-hatian, serta kebiasaan melakukan verifikasi menjadi kunci untuk melindungi diri dari berbagai bentuk manipulasi di ruang digital. [dh/nn/ans]


By Admin
Dibuat tanggal 14-08-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %