Bedah Buku Gebrakan Bupati Anna Mu’awanah Mendesain Bojonegoro Modern yang diterbitkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro yang berlangsung Sabtu (06/02/2021) bertempat di Omah (Rumah) Inspirasi, Jalan Dr. Sutomo, Sumbang, Bojonegoro mendapat apresiasi positif sekaligus kritis dari berbagai kalangan. Buku yang meliputi 46 tema dan dimuat dalam 119 halaman, mendeskripsikan berbagai gebrakan, inovasi tanpa mengenal lelah, prestasi kerja produktif Ibu Bupati Anna Mu’awanah dalam kurun waktu dua tahun memimpin Bojonegoro.

Dalam kegiatan yang tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut, selain dihadiri Ibu Bupati Anna, hadir pula Sekretaris Daerah Kab. Bojonegoro Ibu Nurul Azizah, Asisten Setda, Kepala Dinas Kominfo Kusnandaka Tjatur P, sejumlah kepala OPD, sejumlah ketua Partai di Bojonegoro, Budayawan, perwakilan Organisasi Masyarakat, perwakilan Badan Eksekutif Masyarakat (BEM) se-Kabupaten Bojonegoro, serta perwakilan sejumlah media. Sebagai narasumber hadir pula dari kalangan akademisi, Dr. H. Mundzar Fahman, Dosen Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro dan Fatkhur Amin dosen salah perguruan tinggi di Tuban.

Ibu Anna Mu’awannah dalam sambutannya mengapresiasi buku buah karya Dinas Kominfo tersebut, yang juga merupakan hadiah kejutan bagi Beliau, hadiah dari putra-putri ke Ibunya. “Modern yang saya maksud disini seperti semakin luasnya jaringan internet, akses jalan yang bagus serta birokrasi yang tidak ribet namun cepat dan tepat, luasnya jangkauan listrik. Makna modern yang paling penting adalah modern secara pemikiran, karena jika masyarakat tidak bisa membuka mindsetnya maka akan makin sulit membangun Bojonegoro yang modern. Makna modern pada tahun 2021 akan berbeda dengan makna modern pada tahun-tahun berikutnya nanti sesuai perkembangan zaman yang cepat,” tutur Ibu Anna.

“Untuk Membangun Bojonegoro Modern, hal pertama yang penting adalah mengubah mindset masyarakat dari hal yang terkecil, seperti sikap kedisiplinan, patuh dan teratur. jika ketiga sikap tersebut sudah termindset ke masyarakat, maka pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat bagi masyarakat. Makna modern berikutnya adalah semakin rendahnya kesenjangan antara desa dan kota. Kami berfikir bahwa nanti di tahun 2022 di Bojonegoro akan ada pasar pusat agro. Tataran modern di dalam pemerintahan sudah ada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” terang Beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa berbagai capaian yang dilakukan Pemkab Bojonegoro tidak hanya hasil kerja keras dari Bupati saja, melainkan kerja bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Kedepan Pemkab akan terus menyisir mana saja sektor yang harus diperkuat dan ditingkatkan lagi mulai dari sektor infrastruktur, sarana dan prasarana, sektor kesehatan, sektor pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih baik. Disisi lain Ibu Anna tetap mengkritisi buku tersebut misalnya dengan meminta untuk memperbanyak data-data pembanding.

Sementara itu, Dr. H. Mundzar Fahman dalam ulasannya menyampaikan bahwa penerbitan buku ini sangat bagus sebagai salah satu bentuk kreatifitas pemerintah sekarang ini. Upaya yang dilakukan pejabat pemerintah dalam membangun Bojonegoro, perlu didokumentasikan. “Kalau perlu disebarluasakan agar masyarakat tahu persis apa capaian-capaian yang dilakukan oleh Pemkab tentunya,” tutur Mundzar.

Menurut Mundzar, Bojonegoro Modern berarti kedepan bukan masa lalu atau bukan sesuatu yang stagnan, karena berhasil mendokumentasikan keberhasilan yang telah dicapai oleh Bupati Bojonegoro. “Prestasi dan keberhasilan yang dimuat dalam buku ini sesuai kenyataan faktual dan tidak mengada-ada. Keberhasilan Bojonegoro dalam 2 tahun pertama masa kepemimpinan Bupati Bojonegoro,” ungkapnya.

Seperti telah dideskripsikan dalam buku tersebut, beberapa prestasi Ibu Bupati Anna M’awanah di bidang infrastruktur jalan dan jembatan dalam kurun waktu dua tahun Beliau Memimpin Bojonegoro yaitu telah berubahnya tata kota wilayah Bojonegoro yang terkonsep dan modern, menyulap tata kota yang sebelumnya serba biasa menjadi kekinian, wajah tata kota menjadi lebih bernilai, wajah kota lebih ramah lingkungan dan bisa diakses semua kalangan.

Beliau tak kenal berhenti untuk berinovasi, tak kenal lelah membangun perwajahan Bojonegoro menjadi kota yang berestetika. Ide-ide kreatifnya mampu membawa Bojonegoro menjadi  Green and Smart City. Dalam kurun dua tahun sudah terbangun jalan cor yang berasa jalan tol gratis sepanjang 250 km. Tidak hanya membangun jalan cor, pembangunan jembatan juga menjadi perhatian serius Beliau. Jembatan yang berada di ruas jalan cor diperlebar yang sebelumnya 4 meter, diperlebar menjadi 7 meter. Pada tahun 2021 ini Pemkab Bojonegoro telah menganggarkan dan memastikan untuk pembangunan jalan poros desa sepanjang 331 km dengan Alokasi mencapai Rp 452 miliar. Selain hal-hal tersebut disebutkan pula berbagai program unggulan lainnya yang menjadi target Beliau dalam masa kepemimpinannya kedepan. (nesn-Dinkominfo)


By Admin
Dibuat tanggal 07-02-2021
126 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %