Ayo Mas Bro edisi Jum’at (19/02/2021), kembali secara berkelanjutan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) mengedukasi masyarakat. Kali ini topik yang sangat menarik tentang Dukungan Sosial Keluarga pada Anak Penderita Kanker. Kembali dipandu penyiar Lia Yunita, siaran ini dapat diikuti secara live youtube melalui website lppl.bojonegorokab.go.id, dan juga bagi Mitra Setia Malowopati dapat berinteraksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958

dr. Luluk Nur Azizah, Sp.A menjelaskan dalam hal ini dukungan sosial keluarga diberikan oleh orang tua dan keluarga dengan memberikan perawatan, kehangatan, dukungan, serta berbagai sikap positif yang diberikan oleh keluarga terhadap anak. Berbagai dukungan positif ini dalam bentuk segala macam aktivitas yang memberikan penguatan positif bagi anak.

Empat dukungan sosial yang bisa diberikan antara lain informational support/dukungan berupa informasi, berupa nasehat dan bimbingan untuk menghadapi masalah yang sedang dialami, terutama waktu awal diagnsa ditegakkan. Kedua, instrumental support, pertolongan berupa ketersediaan material seperti pelayanan, pertolongan secara finansial atau barang-barang yang mendukung sarana,prasarana demi kestabilan dan kesembuhan anak, sosial companionship/dengan membangun dukungan emosional dukungan yang mencakup ungkapan empati, kepedulian rasa sayang, selalu mendamping, dan perhatian terhadap anak bersangkutan. Ketiga, Aktivitas sosial yang menyenangkan, seperti kunjungan social/silahturohmi dan melakukan kegiatan social lainnya dengan bersama-sama, yang membangun kegiatan social. Keempat, motivational support/dukungan penghargaan yaitu dukungan berupa motivasi dan penghargaan yang dapat meningkatkan harga diri yang dapat mendukung/mendorong perilaku positif untuk perkembangan kesembuhannya mencukupi gizi, istirahat, control, minum obat, mengaji, sholat dll.

Dukungan sosial keluarga yang baik adalah dukungan otonom yang membantu anak dalam menyelesaikan masalah secara mandiri, dengan berupaya memberikan kepercayaan walaupun orang tua sangat khawatir. Disinilah peran keluarga sangat berarti bagi anak yang selalu mendampingi waktu anak dalam kondisi terpuruk dalam mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis dalam mencapai kestabilan.

Lebih lanjut dr. Luluk Nur Azizah, Sp.A bahwa anak-anak penderita kanker darah pada dasarnya sama dengan anak-anak lainnya, yaitu mengalami masa perkembangan manusia dari masa bayi sampai masa tua. Anak- anak merupakan masa yang relatif membutuhkan dukungan dari orang lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Disamping karena anak-anak merupakan individu yang belum bisa mandiri, anak-anak penderita kanker juga membutuhkan dukungan dari keluarga dalam melewati masa sakitnya. Dalam hal ini orang tua pada khususnya serta keluarga (paman, bibi, kakek, nenek, dan lainnya) pada umumnya berperan dalam memberikan dukungan pada pemulihan dari penyakit yang dialami anak.

Bagi anak penderita kanker darah, untuk dapat kembali sembuh banyak yang harus dilalui, seperti rutin melakukan kemoterapi, mengkonsumsi obat-obatan, menghindari makan-makanan tertentu. Semua itu dilakukan agar anak-anak penderita kanker darah bisa sembuh kembali seperti sedia kala tanpa adanya bantuan atau dukungan dari anggota keluarga lainnya.

Orang-orang di sekeliling anak pasti memiliki kedekatan emosional dengan anak. Kedekatan emosional tersebut memberikan dorongan kepada anggota keluarga yang lain untuk memberikan dukungan sosial kepada anak penderita kanker. “Adanya dukungan sosial dari keluarga yang diterima oleh anak penderita kanker diprediksi akan mampu membuat anak merasakan bahwa dirinya diterima dan diakui sehingga memotivasi untuk semangat menjalani pengobatan untuk kembali sembuh sebaliknya apabila dukungan sosial dari keluarga yang diterima rendah membuat anak hanya merasakan penderitaanya sendiri merasa kurang diperhatikan dan tersisihkan,” pungkasnya.(nuty/kominfo)

 


By Admin
Dibuat tanggal 19-02-2021
231 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %