Peringati Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo hadir on air dan streaming youtube bersama Radio Malowopati FM Selasa (23/02/2021), mengajak masyarakat Bojonegoro peduli kesehatan telinga dan pendengaran. Kembali dipandu penyiar Lia Yunita, bagi Mitra Setia Malowopati dapat berinteraksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Narasumber, dr. Sucipto, Sp.THT menyampaikan bahwa hari pendengaran diperingati secara nasional dan dunia. Dr. Sucipto menjelaskan, gangguan pendengaran bisa terjadi di semua usia, tua, anak-anak, usia sekolah, usia produktif, usia bekerja. Gangguan pendengaran dari segi dampaknya dibagi menjadi 2 yaitu gangguan pendengaran sebelum individu mengenal dan belajar bahasa dan individu sudah mengenal dan belajar bahasa (pre lingual).

“Dampak gangguan pendengaran yang tidak diketahui sebelum mengenal bahasa, akan jauh lebih sulit ditangani. Contohnya jika usia sudah 55 tahun cenderung mengalami gangguan pendengaraan. Ini terkait osteoporosis dan lainnya, tetapi masih bisa berkomunikasi. Namun jika baru lahir dan ada gangguan pendengaran/bicara yang kita tidak aware sampai umur 3 tahun berarti ada waktu emas yang terlewat. Tetapi jika bisa terdeteksi sebelum belajar bahasa dan kedepan kita bantu rehabilitasi nantinnya kedepan tetap bisa beraktifitas normal,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Sucipto, Sp.THT menerangkan bahwa untuk usia dewasa dan lansia gangguan pendengaran bisa disebabkan oleh penyakit yang mempengaruhi seperti kencing manis, kolesterol, darah tinggi. Kalau pada usia produktif misalnya karena bekerja di lingkungan alat berat. Ambang kebisingan tinggi berpotensi mengakibatkan gangguan pendengaran. Kalau anak-anak bisa faktor genetik. Ada faktor resiko seorang baby mengalami gangguan pendengaran. Salah satunya berat badan rendah kemudian mendapatkan perawatan inkubator, bahkan alat yang bergetar terus sudah bisa mengurangi pendengaran.  “Angka global menunjukkan untuk setiap 2-4 angka kelahiran terdapat resiko gangguan pendengaran. Faktor lain, semisal ibu hamil sedang sakit campak bisa berpengaruh pada gangguan pendengaran janin,” imbuhnya.

Dr. Sucipto, Sp.THT juga menjelaskan tentang fungsi telinga. Organ telinga secara anatomis  selain untuk pendengaran juga berfungsi untuk keseimbangan. Beberapa kasus vertigo penyebab ada di telinga. Kasus di Bojonegoro yang paling banyak adalah infeksi pendengaran anak yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Bisa berasal saluran pernafasan, batuk pilek yang tidak segera tertangani bisa menjalar ke telinga. Infeksi ada bisa sembuh dan ada yang sifatnya permanen. “Jika telinga keluar cairan berbulan-bulan, diperiksa gendang telinga sudah berlubang, dan foto rontgen di tulang tengkorak ada pengapuran maka bisa terjadi gangguan permanen sampai tua,” tandasnya.

Apakah telinga perlu dibersihkan? Telinga mempunyai kelenjar yang bisa mengeluarkan semacam lilin (ear wax). Ear wax ini hanya keluar di sepertiga bagian tepi telinga. Konon salah satu fungsinya untuk menghambat serangga masuk. “Apakah harus diambil? Bisa iya, bisa tidak. Kalau kita bersihkan telinga pada prinsipnya kita harus bisa melihatnya. Jangan sampai kotoran yang ditepi saja bisa masuk kedalam. Prinsipnya tidak harus dibersihkan setiap hari, yang perlu dibersihkan orang lain boleh dibersihkan sendiri, kalau ada kotoran yang mengganggu kena panas, air bisa keluar sendiri. Disamping itu banyak pembelajaran daring menggunakan headset baik musik, zoom meeting tolong dijaga dengan aturan ukuran volume 60% dan jangan lebih 60 menit saja tidak boleh lebih,” imbuhnya. (Nuty/Kominfo)


By Admin
Dibuat tanggal 23-02-2021
64 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %