Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyelenggarakan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2021M/1442H. Peringatan yang digelar dalam kegiatan pembinaan mental spiritual tersebut bertempat di Pendopo Malowopati Pemkab, Rabu malam (10/03/2021) dengan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M, dan pembatasan jumlah peserta.

Kegiatan peringatan salah satu sejarah peristiwa penting dalam Islam tersebut dihadiri Ibu Bupati Bojonegoro Hj. Anna Mu’awanah, Jajaran Forkopimda, Ibu Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati. Asisten l, ll, lll Setda, para kepala OPD, Camat se-Kab. Bojonegoro, KH. Maimun Syafii, serta beberapa perwakilan organisasi keagamaan.

 Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda, Sahari menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkab Bojonegoro. "Namun karena peringatan tahun ini masih dalam masa pandemi covid-19 maka diselenggarakan secara terbatas dengan memaksimalkan potensi yang ada. Yang penting kita tetap dapat melaksanakan secara rutin, dapat membawa manfaat yang baik bagi semua pihak dan kita semua dapat mengambil hikmah dari peringatan ini,” tuturnya.

Rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Shohibul Izaar. Kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh KH. Tajuddin, SH tentang pesan-pesan penting dari ayat suci Al-Qur’an tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

KH. Tajuddin, SH menyampaikan, peristiwa Isra’ Mi'raj dijelaskan dalam surat Al-Isra’ dan An-Najm. Al-Isra’ ayat satu menjelaskan peristiwa Isra dalam Isra Mi'raj, berikut ayatnya :

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

“Ayat ini dimulai dari kalimat tasbih, Subhana, Maha Suci Allah. Artinya kandungan ayat ini sangat luar biasa. Ada peristiwa yang sangat monumental, sungguh dahsyat perjalanan sangat jauh ditempuh dalam tempo sesingkat-singkatnya. Jika Allah sudah berkehendak sesuatu yang tidak mungkin bisa terjadi karena takdir, iradah Allah SWT. Perjalanan Rasul dari Masjid ke Masjid, tempat yang suci. Di masjid semua manusia sama dihadapan Allah SWT,” tutur Beliau.

Lebih lanjut KH. Tajuddin menjelaskan, peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi setelah dua orang yang paling Rasulullah cintai meninggal dunia. Kedua orang tersebut adalah paman Rasul yang bernama Abu Thalib dan istri Rasul yang bernama Siti Khadijah. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual untuk bertemu langsung dengan Allah SWT dan melihat singgasana-Nya.

Rasulullah pun bertemu dengan Allah SWT dan diberikan perintah salat oleh-Nya sebanyak 50 rakaat. Kemudian Rasulullah melakukan negosiasi terkait jumlah rakaat dengan meminta saran kepada Nabi Musa AS. Hingga akhirnya dari peristiwa Isra Miraj itu tercetuslah perintah shalat lima waktu yang diwajibkan bagi setiap umat Islam. “Kita diperintahkan sholat 5 waktu dan ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sholat itu harus fungsional,” tegas Beliau.

KH. Tajuddin berharap atas semua yang telah disampaikan menjadikan bahan perenungan. Beliau mengajak semua yang hadir untuk selalu melaksanakan tugas yang diemban dengan penuh amanah dengan semua potensi yang dimiliki. (Nuty/Kominfo)


By Admin
Dibuat tanggal 11-03-2021
119 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %