Ayo Mas Bro bersama Dinas Kesehatan kembali membuka cakrawala Mitra Setia Malowopati, dari ruang siar Radio Malowopati FM lantai 2 Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (16/04/2021). Kembali dipandu penyiar Nasruli chusna, siaran ini dapat diikuti secara live streaming youtube melalui website lppl.bojonegorokab.go.id, dan juga interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dr. Lucky Imroah menyampaikanm saat ini sudah memasuki hari ke-4 bulan Ramadhan. Ada beberapa hal yang perlu diingat dan diperhatikan, masa pandemi tahun kemarin sudah menjalankan Ramadhan. Tahun kemarin masih takut karena pandemi merupakan hal baru menjalankan Ramadhan di tengah pandemi. “Tahun ini justru lebih siap, kondisi kita sudah banyak perubahan. Masyarakat sudah lebih tertib mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat juga paham pandemi dan sudah ada vaksinasi, meskipun belum dapat mencapai semua sasaran tapi sebagian sudah mendapat vaksinasi,” tuturnya.
Dr. Lucky lebih lanjut menjelaskan ada beberapa hal yang bisa dijalankan di bulan ramadhan ini dan tidak menghalangi kita untuk beribadah. Utamanya menjalankan puasa bukan masalah, karena dijalankan oleh orang perorang tidak harus berkerumun. Perlu kita siapkan di masa pandemi bagaimana menjaga puasa kita agar puasa ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Puasa ini tidak membuat kita lemah justru meningkatkan daya tahan tubuh kita kalau dijalankan dengan benar.
Menjalankan ibadah sholat tarawih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada masa pandemi ini. Berbuka bersama jangan dulu dilakukan karena pasti buka masker, ini harus diperhatikan. Tadarus bersama-sama masih bisa asalkan menggunakan masker. Kalau tidak memungkinkan bisa melalui online atau kajian-kajian. Ibadah sahur tidak ada hal yang khusus pada puasa umumnya, disunahkan diakhir waktu akan lebih baik. Minum air yang banyak, sahur dengan makanan-makanan tinggi serat lebih dianjurkan. Tidak mengkonsumsi kopi dan teh karena sebenarnya dapat memicu dehidrasi sehingga lemas berpuasa, rokok juga harus dihindari. Paling baik memperhatikan kecukupan gizi untuk nutrisi. Diutamakan makanan tinggi serat sayuran, buah-buahan, karena lebih bertahan di lambung kita. Sehingga tidak mudah lapar dan kadar gula bisa terjaga.
Puasa justru terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal National Library of Medicine pada tahun 2018, menyebutkan bahwa puasa atau pembatasan kalori bisa menyebabkan terjadinya autophagy dalam tubuh. Adapun autophagy merupakan regenerasi sel alami yang terjadi pada tubuh. Ketika seseorang membatasi jumlah makanan yang masuk dalam tubuh selama berpuasa, sel-sel tubuh akan menerima lebih sedikit kalori. Dengan demikian, sel-sel harus bekerja lebih efisien. Stress yang disebabkan oleh pembatasan kalori tersebut kemudian memicu autophagy. Kemudian autophagy membuat sel-sel tubuh membersihkan dan mendaur ulang setiap bagian yang tidak perlu atau rusak. Proses tersebut memainkan peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Pasalnya autophagy akan membersihkan racun dan agen infeksi dalam tubuh.
Sementara itu Kun Sucahyono, SKM Kepala Seksi Kesehatan Gizi Masyarakat, menyampaikan saat ini adalah kali kedua puasa di tengah pandemi. “Tahun ini merupakan kali kedua, masyarakat lebih siap artinya perangkat-perangkat yang ada lebih siap terutama di tempat-tempat ibadah, tempat umum sudah ada. Dahulu cuci tangan tidak ada, sekarang hampir di semua tempat pelayanan tempat umum masjid, pasar, alun-alun sudah siap dengan tempat cuci tangan. Kebiasaan saat ini remaja sudah sadar membawa hand sanitizer. Masyarakat menyadari pentingnya protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi sudah diterapkan masyarakat, pengurusan tamir di masjid-masjid melakukan terkait jarak shaf,” terangnya.
“Sejak pandemi melanda, kesehatan kian menjadi prioritas utama. Segala upaya dilakukan untuk menjaga imunitas demi terhindar dari paparan virus corona. Sebagian orang menilai, puasa membuat daya tahan tubuh menjadi lemah karena tidak adanya asupan makanan dan cairan selama sekitar 13 jam. Imunitas yang lemah berarti jalan masuk virus corona kian terbuka. Anggapan itu tidak benar,” tegasnya.
Kita harus mengatur pola tidur dengan baik sehingga tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Penerapan protokol kesehatan mutlak tetap dilakukan. Sebisa mungkin lakukan semua kegiatan dari rumah, termasuk berbelanja layanan belanja online, seperti yang dimiliki Hypermart, untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
“Tubuh akan mendaur ulang banyak sel kekebalan yang lama atau rusak sebagai upaya menghemat energi saat berpuasa. Sel-sel baru ini lebih cepat dan efisien dalam memerangi infeksi sehingga kekebalan tubuh secara keseluruhan akan meningkat,” lanjutnya.
Mari kita jaga pola makan dan rutin olahraga ringan. Pola makan tetap harus dijaga dengan baik agar tubuh tidak kekurangan nutrisi saat berpuasa. Pastikan untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang saat berbuka dan santap sahur. Tetap perbanyak konsumsi sayur dan buah, terutama yang memiliki manfaat besar dalam menjaga imunitas tubuh, seperti jeruk, paprika merah, brokoli, bawang putih, bayam papaya, dan kiwi. Tambahkan pula daging sapi dan ikan tuna dalam menu Ramadhan Anda. (Nuty/Kominfo)
|
|
|
|
|
Sangat Puas
77 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
9 % |