Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro terus mendukung penyebarluasan informasi publik di bidang kesehatan melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah. Salah satunya melalui program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) di Radio Malowopati FM yang mengangkat edukasi tentang implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Talkshow bertema “Implementasi KTR, Langkah Nyata Melindungi Paru dari TBC” tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya lingkungan sehat dan bebas asap rokok. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Kerja (Katimja) Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Paiman, S.Kep., M.Epid, serta Kepala Puskesmas Trucuk dr. Widta Aksita, dengan dipandu host Lia Yunita.
Melalui siaran tersebut, Dinkominfo Bojonegoro berperan dalam menjembatani informasi dari perangkat daerah kepada masyarakat secara lebih luas, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan warga. Edukasi mengenai KTR dinilai penting karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan penyakit pernapasan, termasuk tuberkulosis (TBC).
Dalam pemaparannya, Paiman menjelaskan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan langkah nyata dalam menjaga kualitas udara dan melindungi kesehatan paru-paru masyarakat. Ia menegaskan bahwa asap rokok dapat berdampak buruk bagi perokok aktif maupun pasif, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Sementara itu, dr. Widta Aksita mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan paru dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain menghindari paparan asap rokok, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki ventilasi rumah, menerapkan etika batuk, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan.
Dinkominfo Bojonegoro melalui Radio Malowopati FM berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama perangkat daerah, informasi mengenai program pemerintah dapat tersampaikan secara luas dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Dengan adanya edukasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap penerapan Kawasan Tanpa Rokok tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk melindungi keluarga dan masyarakat dari risiko penyakit pernapasan, khususnya TBC. [dh/nn/ans]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
77 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
9 % |