Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Penanganan awal yang tepat dinilai sangat penting untuk menyelamatkan nyawa sekaligus meminimalkan risiko kecacatan sebelum pasien mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Edukasi tersebut disampaikan melalui program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) di Radio Malowopati FM Kabupaten Bojonegoro yang menghadirkan narasumber dr. Putra Agung Dewata, Sp.EM dari RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro. Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa penanganan kegawatdaruratan saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga dimulai dari masyarakat yang berada di lokasi kejadian.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang saat menghadapi kondisi darurat, mengamankan lokasi kejadian, serta menghindari tindakan yang berpotensi memperburuk kondisi korban. Korban yang mengalami penurunan kesadaran, misalnya, tidak dianjurkan langsung diberikan makanan atau minuman karena dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan segera menghubungi layanan ambulans atau fasilitas kesehatan terdekat dengan memberikan informasi yang jelas mengenai lokasi kejadian, jumlah korban, mekanisme kejadian, serta kondisi korban. Informasi yang lengkap akan membantu petugas mempersiapkan penanganan yang sesuai sebelum tiba di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya menghindari berbagai mitos pertolongan pertama yang masih berkembang di masyarakat, seperti menunda membawa pasien stroke ke rumah sakit, mengoleskan odol atau mentega pada luka bakar, maupun memberikan minuman kepada orang yang pingsan. Tindakan tersebut justru dapat memperburuk kondisi pasien dan menghambat proses penyelamatan.

Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi kesehatan melalui berbagai sumber informasi yang terpercaya. Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat diharapkan mampu memberikan pertolongan awal secara tepat sambil menunggu kedatangan ambulans atau tenaga medis.

Melalui edukasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya respon cepat pada kondisi kegawatdaruratan, tidak mudah percaya terhadap mitos yang belum terbukti kebenarannya, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal demi meningkatkan keselamatan pasien dan menekan risiko kematian maupun kecacatan akibat keterlambatan penanganan. [dh/nn/ans]


By Admin
Dibuat tanggal 10-06-2026
12 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %