Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro), Kamis (24/6/2026). Dalam siaran yang menghadirkan narasumber dr. Joko Sulistyo, Sp.And, dokter spesialis andrologi dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro, masyarakat diajak memahami bahwa infertilitas atau gangguan kesuburan tidak hanya disebabkan oleh faktor perempuan, tetapi juga dapat berasal dari pihak laki-laki.
Menurut dr. Joko Sulistyo, Sp.And, infertilitas merupakan kondisi ketika pasangan suami istri yang telah menikah, hidup bersama, melakukan hubungan secara rutin tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun, namun belum memperoleh keturunan. Ia menegaskan bahwa peluang kehamilan dipengaruhi oleh kedua pihak, sehingga pemeriksaan kesuburan tidak hanya berfokus pada perempuan.
“Peluang terjadinya kehamilan dipengaruhi kedua pihak. Sekitar 50 persen faktor berasal dari laki-laki dan 50 persen dari perempuan. Karena itu, pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan bersama-sama,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa berbagai faktor dapat memengaruhi kesuburan pria, mulai dari faktor hormonal, riwayat kesehatan, hingga gaya hidup. Kebiasaan merokok, kurang tidur, pola makan yang tidak sehat, paparan radiasi, hingga aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada organ reproduksi dapat menurunkan kualitas sperma.
Selain itu, dr. Joko juga mengingatkan pentingnya deteksi dini gangguan reproduksi pada anak laki-laki. Pemeriksaan kondisi organ reproduksi sejak bayi dinilai penting untuk mencegah gangguan kesuburan yang baru diketahui saat memasuki usia dewasa.
Melalui program SAPA! Bojonegoro, Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro bersama Dinkes, dalam hal ini RSUD Sosodoro Djatikoesoemo terus menghadirkan edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai infertilitas sekaligus menghilangkan stigma bahwa masalah kesuburan hanya dialami oleh perempuan.
Di akhir talkshow, dr. Joko mengajak pasangan suami istri yang sedang menjalani program kehamilan untuk saling mendukung dan tidak ragu melakukan pemeriksaan medis. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk merencanakan kehamilan selama dilakukan dengan pendampingan dan penanganan yang tepat. [dh/nn/ans]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
77 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
9 % |