Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat konten manipulatif, salah satunya melalui teknologi deepfake.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran video maupun audio deepfake yang semakin sulit dibedakan dari konten asli. Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Deepfake merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memanipulasi wajah, suara, maupun gerakan seseorang sehingga tampak seolah-olah asli. Teknologi ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kreatif, pendidikan, maupun industri hiburan. Namun, apabila disalahgunakan, deepfake berpotensi menjadi sarana penyebaran hoaks, penipuan, pencemaran nama baik, hingga manipulasi informasi.

Beberapa modus penyalahgunaan deepfake yang mulai banyak ditemukan antara lain video tokoh publik yang seolah memberikan pernyataan tertentu, rekaman suara palsu yang mengatasnamakan keluarga atau pejabat, hingga konten yang digunakan untuk menipu korban agar mengirimkan sejumlah uang.

Untuk menghindari menjadi korban informasi palsu berbasis deepfake, masyarakat diimbau menerapkan beberapa langkah sederhana, yaitu:

1.    Tidak mudah mempercayai video atau rekaman suara yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
2.    Memeriksa sumber informasi dan memastikan berasal dari akun atau media resmi.
3.    Memperhatikan adanya gerakan wajah, bibir, atau suara yang tampak tidak sinkron maupun terlihat tidak alami.
4.    Membandingkan informasi dengan pemberitaan dari media terpercaya atau sumber resmi pemerintah.
5.    Tidak langsung membagikan konten yang belum dipastikan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kemampuan literasi digital agar lebih kritis dalam menerima berbagai informasi di ruang digital. Sikap bijak dalam menggunakan teknologi menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif.

Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Saring Sebelum Sharing. Apabila menemukan konten yang diduga merupakan hasil manipulasi atau mengandung informasi menyesatkan, masyarakat sebaiknya tidak ikut menyebarkannya dan melakukan verifikasi melalui sumber resmi.

Melalui peningkatan literasi digital, diharapkan masyarakat Kabupaten Bojonegoro semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan kecerdasan buatan yang berpotensi merugikan. [dh/nn/ans]

 


By Admin
Dibuat tanggal 03-07-2026
34 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
77 %
Puas
9 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
9 %