Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro terus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui program dialog interaktif SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) di Radio Malowopati FM Jumat (3/7/2026) dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes). Dalam siaran tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali, mencegah, dan mengobati infeksi jamur kulit bersama narasumber dr. Dwi Septiana, Sp.DV, dokter spesialis dermatologi dan venereologi dari RSUD Padangan.
Menurut dr. Dwi Septiana, infeksi jamur kulit merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dijumpai, terutama di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Kondisi cuaca yang panas dan lembap membuat jamur lebih mudah berkembang, terutama pada area tubuh yang sering berkeringat seperti lipatan paha, ketiak, sela jari, hingga kaki. Aktivitas yang memicu banyak keringat, seperti bertani maupun berolahraga, juga meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi jamur.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain rasa gatal yang semakin terasa saat tubuh berkeringat, muncul ruam kemerahan berbentuk melingkar, bercak bersisik, hingga perubahan pada kuku seperti rapuh atau berubah warna. Masyarakat diimbau tidak menganggap remeh keluhan tersebut karena infeksi jamur dapat meluas apabila tidak ditangani secara tepat.
Selain itu, infeksi jamur dapat menular melalui kontak langsung maupun penggunaan barang pribadi secara bergantian, seperti handuk, pakaian, sandal, hingga sabun batangan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh serta tidak berbagi perlengkapan pribadi menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga maupun tempat umum.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa pengobatan infeksi jamur memerlukan kesabaran dan harus dijalani hingga tuntas sesuai anjuran dokter. Banyak pasien menghentikan pengobatan ketika gejala mulai berkurang, padahal jamur belum sepenuhnya hilang sehingga berisiko kambuh kembali. Penggunaan salep atau obat tanpa pemeriksaan medis juga dapat menyebabkan penanganan menjadi tidak tepat apabila penyebab keluhan bukan infeksi jamur.
Lewat talkshow ini masyarakat diajak untuk menerapkan pola hidup bersih, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi jamur, serta tidak melakukan pengobatan sendiri tanpa diagnosis yang tepat. Langkah pencegahan yang sederhana diyakini mampu mengurangi risiko penularan sekaligus menjaga kesehatan kulit masyarakat Bojonegoro. [dh/nn/ans]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
77 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
9 % |